Filsafat
Biodata dan Profil Filsuf Besar Al Farabi, Sang Guru Kedua
Al Farabi adalah seorang filsuf besar yang memiliki peran penting dalam perkembangan filsafat Islam.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Ikrob Didik Irawan
TRIBUNJOGJA.COM - Al Farabi adalah seorang filsuf besar yang memiliki peran penting dalam perkembangan filsafat Islam.
Tokoh dengan nama lengkap Abu Nasir Muhammad bin al-Farakh al-Farabi ini lahir di Farab, Kazakhstan, pada tahun 872 Masehi.
Al-Farabi memiliki Ayah seorang opsir tentara Turki keturunan Persia, sedangkan ibunya berdarah Turki asli.
Sejak kecil, ia sudah memiliki ketertarikan terhadap banyak hal yang berkaitan dengan sains, filsafat, matematika, sastra, dan sebagainya.
Baca juga: Biodata dan Profil Jacques Derrida, Sang Filsuf Postmodern
Kemudian, saat masih muda, Al Farabi pergi ke Baghdad untuk menuntut ilmu selama 20 tahun.
Pada 920, Al-Farabi mengembara ke Kota Harran, yang terletak di utara Suriah, yang saat itu menjadi pusat kebudayaan Yunani di Asia kecil.
Dalam pengembaraan itu ia mempelajari banyak hal tentang kehidupan.
Pada 940, Al-Farabi melanjutkan pengembaraannya ke Damaskus dan bertemu dengan Sayf al Dawla al Hamdanid, kepala daerah (distrik) Aleppo, yang dikenal sebagai simpatisan Imam Syi’ah.
Karena kecerdasannya, Al-Farabi sering disebut sebagai "Guru Kedua" (Aristo Al-tsaniy) , mengikuti Aristoteles yang dikenal sebagai "Guru Pertama" dalam ilmu filsafat.
Ia dijuluki demikian sebab kemampuannya dalam memahami pemikiran Aristoteles.
Baca juga: PROFIL Jean Paul Sartre, Filsuf yang Dikenal Mendewakan Kebebasan
Pemikiran Al Farabi banyak dipengaruhi oleh Aristoteles dan Neo-Platonisme.
Al Farabi juga berusaha memadukan kejanggalan-kejanggalan dari pemikiran Aristoteles dan Plato.
Ia banyak menerjemahkan teks-teks Yunani asli selama Abad Pertengahan dan menguasai setidaknya 70 bahasa dari seluruh dunia.
Dibandingkan dengan Al Kindi, Al Farabi diakui sebagai filsuf Islam pertama yang berupaya merelevansikan filsafat politik Yunani klasik dengan Islam.
Selain itu, ia juga berusaha membuatnya bisa dimengerti di dalam konteks agama.
Banyak karya Al Farabi yang dijadikan acuan oleh para penggemar filsafat di Timur dan Barat.
Berikut beberapa karya Al Farabi yang terkenal:
1. Maqalat fi Ma’ani al-Aql, kajian tentang akal
2. Al-Masa’il al- Falsafiyah wa Ajiwibah’Anha, kajian tentang filsafat.
3. Ara’u Ahl Madinah al-fadhilah, kajian tentang politik.
4. Al-Ibanah’An Ghadhi Aristo fi Kitabi Ma Ba’da al-Thabi’ah tentang ulasan mengenai metafisika Aristoteles.
Akhirnya, pada tahun 950 Masehi Al Farabi meninggal di usianya yang ke-78 tahun.
(MG Indah Yulia Agustina)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/alfarabi-312121.jpg)