Berita Bantul Hari Ini
DLH Bantul Rutin Lakukan Antisipasi Pohon Tumbang dengan Mengecek ke Lapangan
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantul telah melakukan antisipasi terjadinya pohon tumbang saat bencana hidrometeorologi dari musim hujan berla
Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantul telah melakukan antisipasi terjadinya pohon tumbang saat bencana hidrometeorologi dari musim hujan berlangsung pada beberapa waktu ke depan.
Sebagaimana diketahui, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah memperkirakan musim hujan berlangsung di sejumlah wilayah di Indonesia, sekitar November 2023.
Baca juga: Sineas Muda Ismail Basbeth Berikan Motivasi untuk Mahasiswa Baru UMY
Namun, pada saat ini belum terdapat informasi lengkap mengenai kapan terjadinya bencana hidrometeorologi, mengingat musim kemarau masih terus berlangsung selama September 2023.
"Meski begitu, kami rutin melakukan antisipasi pohon tumbang. Setiap hari, tim kami rutin keliling melakukan pemantauan kondisi pohon-pohon di sejumlah jalan-jalan di Kabupaten Bantul," kata Kepala DLH Kabupaten Bantul, Ari Budi Nugroho, kepada awak media saat dijumpai di kantor dinasnya, Senin (11/9/2023).
Pasalnya, ia menilai pemantauan antisipasi pohon tumbang itu tidak harus dilakukan berdasarkan laporan. Tapi, juga dapat dilakukan dengan meninjau langsung kondisi pohon-pohon di sejumlah jalan yang ada di Kabupaten Bantul.
"Jadi, kalau itu memang dianggap membahayakan orang yang melintas atau singgah di pohon itu, serta sesuai dengan ketugasan kami, maka langsung kami tangani," jelas Ari.
"Karena, kadang-kadang kan begini, ada pohon di perkarangan rumah masyarakat, tapi mungkin masyarakat itu tidak tahu mengenai aturan penebangan pohon. Jadi, apa-apa harus DLH yang menanganinya, padahal kalau pohon di perkarangan rumah itu kan bukan ranah kami juga," imbuh dia.
Akan tetapi, pihaknya tetap berupaya menindaklanjuti laporan yang ada dengan melakukan survei atau pengecekan kondisi pohon yang dinilai membahayakan masyarakat.
Baca juga: Seorang Buronan Tindak Pidana Penganiayaan di Bantul Berhasil Diringkus Polisi
"Terkadang juga ada laporan yang minta pohon itu ditebang. Tapi kan itu tidak bisa asal-asalan. Harus kami lihat dulu. Belum lagi, kami juga berupaya melakukan konservasi. Jadi tidak bisa asal-asalan. Nebang satu pohon, itu bisa menimbulkan kerugian atau tidak, kan gitu," jelas Ari.
"Kalau rapuh apalagi itu di tempat fasilitas umum atau di pinggir jalan ya mungkin bisa ditebang. Tapi, kalau kondisi pohonya masih kuat ya kami pangkas saja," sambungnya.
Akan tetapi, ia tidak bisa memastikan berapa banyak pohon yang sudah ditangani untuk mengatisipasi terjadinya pohon tumbang pada kemudian hari.(Nei)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/awak-media-saat-dijumpai-di-kantor-dinasnya-Senin-1192023.jpg)