Filsafat
Biografi Al Ghazali, Sang Pembela Islam
Siapa yang tak kenal dengan Al Ghazali? Al Ghazali lebih dikenal daripada tokoh filsuf Islam yang lainnya.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM - Siapa yang tak kenal dengan Al Ghazali? Al Ghazali lebih dikenal daripada tokoh filsuf Islam yang lainnya.
Al Ghazali memiliki nama lengkap Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al-Ghazali ath-Thusi asy-Syafi'i.
Ia lahir di Kota Thus, Iran, pada tahun 1058 Masehi.
Al Ghazali lahir dari keluarga yang sederhana, ayahnya adalah seorang tukang tenun bulu.
Namun, hal itu tak menyurutkan semangat Al Ghazali dalam mencari ilmu dan menjadi seorang terpelajar.
Filsuf yang dijuluki Hujjatul Islam (sang pembela Islam) ini sejak kecil sudah memiliki ketertarikan di bidang ilmu kalam, tasawuf, tafsir, filsafat, dan sebagainya.
Julukan “Sang Pembela Islam” disematkan kepadanya sebab dirinya berkhidmat di sepanjang hayatnya untuk melindungi aqidah Muslimin dan menjawab argumentasi-argumentasi orang yang meragukan kebenaran agama Islam.
Di era perkembangan pemikiran filsafat, Imam Al Ghazali tetap mempertahankan aqidah Islam yang sempat diragukan oleh para filsuf lainnya.
Hal ini sempat membuat aqidah Islam di banyak kalangan perlahan menjadi pudar.
Al-Ghazali menyadari bahwa tradisi spiritual Islam telah hampir mati dan bahwa ilmu-ilmu spiritual yang diajarkan oleh generasi pertama umat Islam telah dilupakan.
Lalu ia mulai menulis kitab-kitab terkenalnya seperti Ihya Ulumuddin dan Tahafut Al Falasifah.
Beberapa ilmuwan Muslim juga menganggapnya sebagai seorang Mujaddid, yakni seorang pembaru iman yang muncul sekali setiap abad untuk memulihkan iman umat Islam.
Kecerdasan Al Ghazali tidak perlu diragukan lagi, ia pernah diangkat menjadi rektor di Universitas Nizhamiyah di Baghdad pada 484 H atau 1092.
Semasa hidupnya, Al Ghazali menulis banyak sekali buku.
Berikut beberapa karya terkenal Al Ghazali:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Biografi-Al-Ghazali-Sang-Pembela-Islam.jpg)