Puisi Chairil Anwar

Puisi Yang Terampas dan Yang Putus Chairil Anwar: Kelam dan angin lalu mempesiang diriku

Puisi Yang Terampas dan Yang Putus Chairil Anwar: Kelam dan angin lalu mempesiang diriku

Penulis: Yudha Kristiawan | Editor: Yudha Kristiawan
Tribunnews.com
Chairil Anwar sang penyair terkemuka berasal dari Indonesia. Puisi Yang Terampas dan Yang Putus Chairil Anwar: Kelam dan angin lalu mempesiang diriku 

Puisi Yang Terampas dan Yang Putus Chairil Anwar


Kelam dan angin lalu mempesiang diriku

Menggigir juga ruang di mana dia yang ku ingin

Malam tambah merasuk, rimba jadi semati tugu

Di Karet, di Karet sampai juga deru dingin

Aku berbenah dalam kamar, dalam diriku jika kau datang

Dan aku bisa lagi lepaskan kisah baru padamu

Tapi kini hanya tangan yang bergerak lantang

Tubuhku diam dan sendiri, cerita dan peristiwa berlaku beku

Sepi

Tambah ini menanti jadi mencekik

Memberat mencekung punda

Sampai binasa segala. Belum apa-apa

Udara bertuba. Setan bertampik

Ini sepi terus ada. Dan menanti

Sumber: Tribun Jogja
Halaman
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved