Ingin Hapus Jejak Kolonialisme, India Berencana Ganti Nama Jadi 'Bharat'

Langkah penggantian nama negara ini kemungkinan akan menjadi langkah India yang paling besar dalam upaya menghapus jejak-jejak kolonial Inggris

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Mona Kriesdinar
IST
Perdana Menteri India, Narendra Modi 

TRIBUNJOGJA.COM - India disebut-sebut berencana mengganti nama resmi negaranya menjadi Bharat.

Adapun India diketahui merupakan nama yang diberikan oleh pemerintahan penjajah Inggris.

Dalam beberapa waktu terakhir, Perdana Menteri Narendra Modi memang tengah berupaya untuk menghapus simbol-simbol Inggris yang masih tersisa di negaranya.

Antara lain di lanskap perkotaan, institusi-institusi politik serta buku-buku sejarah India.

Namun langkah penggantian nama negara ini kemungkinan akan menjadi langkah India yang paling besar dalam upaya menghapus jejak-jejak kolonial Inggris.

Modi sendiri biasanya menyebut India sebagai "Bharat", sebuah kata yang berasal dari kitab suci Hindu kuno yang ditulis dalam bahasa Sansekerta.

Baca juga: India Luncurkan Satelit Aditya-L1 ke Matahari

Dan ini merupakan salah satu dari dua nama resmi untuk negara ini di bawah konstitusinya.

Para anggota dari partai penguasa Hindu-nasionalis sebelumnya telah berkampanye untuk tidak menggunakan nama India yang telah dipaksakan selama penaklukan Inggris.

Kepastian penggantian nama ini terungkap dalam undangan para pemimpin dunia dalam pertemuan puncak G20 akhir pekan ini.

Dalam surat undangan tersebut, tertulis istilah Presiden Bharat untuk mengganti istilah Presiden India.

Namun upaya penggantian nama ini masih menuai kontroversi.

Di satu sisi ada yang setuju untuk menghapus jejak kolonialisme, sementara di sisi lain lebih memilih untuk menggunakan keduanya.

Alasannya lantaran nama India merupakan istilah yang sudah dikenal di seluruh dunia. (*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved