Berita Jogja Hari Ini
Pemda DIY Anggarkan Rp 2,5 Miliar Danais Untuk Biayai Ongkir UMKM
Pemerintah Daerah DIY mengalokasikan sekitar Rp2,5 miliar untuk membiayai ongkos kirim pelaku UMKM. Anggaran tersebut dialokasikan
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Kurniatul Hidayah
Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Daerah DIY mengalokasikan sekitar Rp2,5 miliar untuk membiayai ongkos kirim pelaku UMKM.
Anggaran tersebut dialokasikan dari Dana Keistimewaan.
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Beny Suharsono mengatakan dalam upaya mendorong pengembangan UMKM DIY menuju digital, Pemda DIY melalui Dinas Koperasi dan UKM menginisiasi platform SiBakul.
Baca juga: Kondisi Terkini TPA Piyungan, Tetap Dibuka Terbatas Setelah 5 September 2023
Melalui platform digital tersebut Pemda DIY melakukan pembinaan, pengembangan hingga pemasaran produk UMKM.
"Salah satu yang difasilitasi adalah mekanisme bebas ongkos kirim (ongkir) untuk pengiriman di luar DIY, maupun di luar negeri dengan pembiayaan dari Danais. Kalau untuk anggaran sepanjang 2023, kami siapkan Rp2,5 miliar," katanya, Senin (04/08/2023).
Ia menyebut adanya mekanisme bebas ongkir pada platform SiBakul, menyebabkan kapasitas UMKM mampu tumbuh sebesar 3,68 persen hingga Austus 2023, dengan UMKM lokal terdata sebanyak 346 ribu UMKM
Untuk itu, pihaknya berharap anggaran untuk mekanisme bebas ongkir bisa ditambah. Pemda DIY pun tengah berdiskusi dengan DPRD DIY terkait penambahan anggaran untuk ongkir.
"Supaya mereka punya daya saing, kalau bisa kan ditambah lagi, lebih banyak. Untuk besarannya berapa masih kami diskusikan dengan DPRD DIY. Bayangkan di DIY ada 346ribu UMKM, harapannya semakin kuat dan mapan,"ujarnya.
Beny pun mendorong agar pelaku UMKM bisa bergabung dalam SiBakul. Karena pelaku UMKM yang bisa mendapatkan fasilitas bebas ongkir adalah UMKM yang tergabung dalam SiBakul.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Ibrahim mengungkapkan pada triwulan II 2023, pertumbuhan ekonomi DIY tumbuh sebesar 5,16 persen, lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional. Pertumbuhan ekonomi DIY didorong oleh pertanian, penyediaan akomodasi, makan minum, perdagangan, termasuk industri pengolahan.
"Industri pengolahan pada triwulan II kemarin tumbuh cukup tinggi. Berdasarkan karakteristiknya, industri pengolahan di DIY didominasi skala mikro dan kecil, termasuk UMKM," ungkapnya.
Menurut dia, UMKM telah menjadi penopang ekonomi DIY mencapai 99,56 persen. Sebagai tulang punggung perekonomian daeha, ia berharap UMKM di DIY mendapat perhatian bersama. (maw)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-yogyakarta_20180911_145553.jpg)