Berita Otomotif Terkini

Mitsubishi Delica Tahun 1996, Minivan 4WD Bertenaga Diesel

Seperti kebanyakan mobil buatan Jepang dari tahun 80-an dan 90-an, Delica memiliki reputasi yang mengesankan dalam hal ketangguhan dan daya tahan.

Tayang:
Penulis: Hanif Suryo | Editor: Gaya Lufityanti
Tribunjogja.com/Hanif Suryo
Mitsubishi Delica Tahun 1996, Minivan 4WD Bertenaga Diesel. 

TRIBUNJOGJA.COM - Mobil pribadi tak hanya menjadi alat transportasi yang berfungsi mengantarkan si empunya dari satu tempat ke tempat lain.

Kendaraan roda empat ini, juga bisa mencerminkan jiwa tangguh dan penuh petualangan dari pemiliknya.

Tengok saja Mitsubishi Delica lansiran 1996, milik Deni asal Jakarta, minivan yang mengusung gaya offroad.

Deni menjelaskan, mobil yang ia dapat dari Papua sekira setahun lalu ini dipasarkan di Indonesia didatangkan langsung (completely built up/CBU) dari Jepang.

Populasi mobilnya yang langka di Indonesia menjadi alasan utama bagi Deni memutuskan meminang mobil berkelir hijau army ini.

"Di Indonesia mungkin unitnya hanya ada beberapa karena ini mobil CBU. Kebetulan, saya memang penggemar mobil-mobil gaib, pada prinsipnya kalau mobil itu sudah tidak ada di pasaran, pasti saya beli," kata Deni kepada Gaspol 52 Tribun Jogja beberapa waktu lalu

Baca juga: Hampir Setengah Abad Mengaspal di Indonesia, Ini yang Jadi Keunggulan Mitsubishi L300

"Adapun Mitsubishi Delica ini berdasar informasi yang saya terima, dulu stand by di bandara sebagai mobil operasional. Kemungkinan, mobil ini merupakan bantuan dari luar negeri," tambah Deni.

Seperti kebanyakan mobil buatan Jepang dari tahun 80-an dan 90-an, Delica memiliki reputasi yang mengesankan dalam hal ketangguhan dan daya tahan.

Tidak seperti kebanyakan minivan, Delica milik Deni dibekali mesin bertenaga diesel, transmisi otomatis serta sistem penggerak gardan ganda alias 4 Wheels Drive, atau 4WD dipercaya punya ketangguhan di segala medan jalan.

Secara spesifikasi mobil tersebut memiliki mekanisme penggerak yang dapat memutar keempat roda secara bersamaan dari tenaga yang diberikan oleh mesin.

Mitsubishi Delica lansiran 1996 ini tetap mewarisi konsep minivan offroad generasi sebelumnya dengan guard bar kokoh di bagian depan serta rak bagasi yang dipasang di talang atap.

Disinggung soal keunggulan lainnya dari Mitsubishi Delica ini, menurut Deni setiap mobil pasti punya nilai plus maupun minus.

Selain tangguh melibas segala medan didukung ground clearance yang cukup tinggi sehingga tidak perlu merasa khawatir bodi bagian bawah tersangkut saat harus melibas jalanan berlubang, tidak rata, maupun rute offroad yang bergelombang, menurut Deni kenyamanan juga menjadi nilai plus Mitsubishi Delica ini.

"Kenyamanan tidak bisa dikesampingkan dari Mitsubishi Delica ini, apalagi dengan suspensi nyaman, handling yang enak, serta bisa diisi oleh banyak anggota keluarga. Satu minusnya, sering susah cari parkir karena body mobilnya yang bongsor," kata pria yang memiliki hobi mengoleksi mobil-mobil langka ini.

Untuk mendapatkan mobil ini, Deni harus merogoh kocek yang tidak sedikit, apalagi untuk biaya ekspedisi dari Papua ke Jakarta.

"Untuk biaya ekspedisinya saja sudah lumayan mahal. Kalau untuk range harga di angka Rp 200 jutaan," kata Deni.

Baca juga: Restorasi Mitsubishi Colt T120 1980 Karoseri Adiputro Demi Nostalgia Masa Muda

Hanya 4 Tahun Dipasarkan di Indonesia

Diproduksi pertama kali pada 1964, Mitsubishi Delica baru masuk ke Indonesia sekira tahun 2014 dipasarkan melalui PT Mitsubishi Krama Yudha Sales.

Mitsubishi Delica punya usia yang cukup pendek di Indonesia.

Hanya 4 tahun, yakni dari 2014-2018. MPV berbadan lebar ini tidak mampu menarik konsumen yang cukup.

Dilansir Tribunjogja.com dari berbagai sumber, mobil ini sempat terjual sebanyak 404 unit pada tahun 2015, lalu tahun 2017 sebanyak 171 unit dan tahun 2018 sebanyak 28 unit.

Melihat angka penjualan yang semakin turun, Mitsubishi Krama Yudha Sales Indonesia kemudian memutuskan untuk menghentikan penjualan mobil tipe ini secara resmi di Indonesia.

Lantas, mengapa mobil ini tidak diminati? Bisa macam-macam alasannya.

Bisa jadi karena harganya saat diluncurkan ada di Rp 430 juta-Rp 450 jutaan yang dianggap terlalu mahal.

Apalagi, Delica adalah model baru yang belum "teruji". 

Alasan lain, karena MPV dengan body terlalu kotak faktanya tidak banyak yang bertahan di pasar Indonesia. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved