Hampir Setengah Abad Mengaspal di Indonesia, Ini yang Jadi Keunggulan Mitsubishi L300

Siapa yang tak kenal dengan Mitsubishi L300? Kendaraan niaga ringan dari pabrikan berlambang tiga berlian menjadi salah satu produk yang memiliki life

Tayang:
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Kurniatul Hidayah
Istimewa
Deretan Mitsubishi L300 dalam agenda Kopi Darat Nasional (Koprdarnas) dengan tajuk L300 Bestienya Niaga di kompleks Candi Banyunibo, Kalurahan Bokoharjo, Prambanan, Sleman, Minggu (28/5/2023) kemarin 

TRIBUNJOGJA.COM - Siapa yang tak kenal dengan Mitsubishi L300? Kendaraan niaga ringan dari pabrikan berlambang tiga berlian menjadi salah satu produk yang memiliki life cycle atau masa hidup cukup panjang.

Mitsubishi L300 pertama kali diluncurkan pada tahun 1979, artinya saat ini hampir setengah abad setengah mengaspal di Indonesia.

Tak heran, L300 menjadi andalan para pengusaha lintas generasi. Bahkan, oleh beberapa pelaku usaha, keandalan armada ini menjadi penentu perkembangan bisnis pemiliknya.

Baca juga: Peduli Lupus, Cornellia & Co bersama Rumah Sakit JIH Gelar Communication for Health Campaign

Selain dikenal sebagai kendaraan niaga ringan yang bandel, L300 punya kelebihan lain yang telah terbukti menunjang berbagai bisnis dan perniagaan.

Di antaranya, hemat BBM, biaya operasional murah, suku cadang gampang dicari, dan performanya yang tangguh di medan ekstrim.

Hal tersebut diungkapkan pengusaha logistik/ pemilik CV Adera Trans agen Ngaglik Sleman, Lismaryono, saat menghadiri agenda Kopi Darat Nasional (Koprdarnas) dengan tajuk L300 BestienyaNiaga di kompleks Candi Banyunibo, Kalurahan Bokoharjo, Prambanan, Sleman, Minggu (28/5/2023) kemarin.

Lismaryono mengaku, selama memakai L300 kualitas mesinnya andal dengan daya tampung besar dan biaya operasional murah.

Ia mencontohkan untuk mengangkut muatan 2 ton dari Jogja ke Solo, L300 hanya membutuhkan BBM senilai Rp 70 ribu.

Angka ini selisih cukup jauh dengan kendaraan sejenis lainnya, yang dengan jarak yang sama, rata-rata hanya bisa mengangkut muatan 1 ton dengan konsumsi BBM mencapai Rp 100 ribu.

Lismaryono kini memiliki dua unit Mitsubishi L300, yakni keluaran 2011 dan 2017.

Untuk mobilitas tinggi dan medan berat, pengguna L300 hanya perlu rutin merawat kaki-kaki karena pikap ini untuk mengangkut muatan berat.

“Kaki-kaki depan dan belakang harus rutin dicek, takutnya ada laker macet, karena sering bawa beban berat,” ungkapnya.

Terpisah, ketua Kopdarnas L300 Bestienya Niaga, Sri Susanto, sepakat bahwa L300 merupakan mobil pikap paling melegenda. 

“Dari 1982 sampai sekarang masih diproduksi. Bentuk bodi juga masih sama seperti itu walau ada beberapa tambahan,” katanya.

Beberapa pengembangan tersebut seperti power steering, rem cakram yang mendukung beban berat dan sebagainya. Selain itu, onderdil yang tersedia di berbagai tempat juga memudahkan para pengguna untuk melakukan perawatan. (Han)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved