Rangkuman Pengetahuan Umum
6 Fakta Unik Lumba–lumba yang Perlu Kamu Tahu
6 fakta unik lumba - lumba, hewan lucu namun ternyata memiliki sisi yang mengerikan
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
TRIBUNJOGJA.COM – Siapa yang tidak tahu lumba – lumba? Salah satu mamalia yang kerap diperkenalkan sejak kecil.
Dilansir dari kompas.com, lumba-lumba adalah cetacea bergigi kecil dengan mulut yang melengkung sehingga wajah lumba-lumba tampak selalu tersenyum.
Di Indonesia sendiri, terdapat salah satu spesies lumba – lumba asli dari Indonesia yang diberi nama Pesut Mahakam (Orcaella Brevirostris)
Namun siapa sangka, hewan yang dikenal karena lucu dan imut dalam suatu ilustrasi kartun atau film tersebut ternyata memiliki sisi mengerikan yang perlu untuk diketahui.
Berikut merupakan 6 fakta unik dari lumba – lumba yang perlu untuk diketahui:
1. Berkembang biak dengan cara melahirkan
Dilansir dari kompas.com, lumba – lumba termasuk dalam hewan mamalia air. Dimana cara untuk berkembang biak akan melalui proses melahirkan atau sering disebut dengan vivipar.
Sama halnya dengan manusia, lumba – lumba betina juga akan mengalami kontraksi sebelum melahirkan.
Untuk mengatasi kontraksi yang terjadi selama tiga hingga empat jam, lumba – lumba akan bernafas dan bergerak lebih sering untuk mengurangi rasa sakit yang dialaminya.
2. Hewan yang sangat pintar
Lumba – lumba dikenal dengan memiliki otak yang besar bahkan lebih besar dari simpanse yaitu sebesar 1.600 gram.
Berbeda dengan hewan yang lain, cara lumba – lumba untuk memproses informasi berupa audio dan visual adalah melalui bagian dari sisi otak besar, yaitu di bagian neokorteks dan lobus temporal.
Selain itu, faktor yang mendukung kepintaran lumba – lumba adalah adanya lingkungan sosial yang mengharuskan lumba – lumba untuk menggunakan bakatnya seperti pertahanan diri serta memenuhi kebutuhan bersama, karena lumba – lumba hidup secara berkelompok.
3. Memiliki proses kawin yang unik
Proses kawin lumba – lumba diawali dengan berkumpulnya jantan yang mengelilingi satu betina. Kemudian para jantan tersebut akan mengeluarkan segala kemampuannya untuk menggoda betina dengan melakukan atraksi hingga ada yang menggunakan cara agresif seperti seperti adu kekuatan dengan jantan lainnya dan juga menggesekkan tubuhnya ke lumba – lumba betina.
Hal tersebut terjadi karena lumba – lumba betina mengeluarkan hormon feromon yang kuat pada tubuhnya untuk mengikat lumba – lumba jantan. Kemudian lumba – lumba betina akan memilih satu dari para lumba – lumba jantan.
4. Satwa liar yang suka membunuh
Lumba – lumba termasuk dalam satwa liar yang hidup di alam bebas. Oleh karena itu , untuk memenuhi kebutuhan hidupnya secara berkelompok, lumba – lumba akan memangsa banyak spesies dari hewan air seperti cumi, ikan, kepiting, ubur – ubur.
Hal tersebut merupakan hal yang wajar karena bertujuan demi kelangsungan hidup dari lumba – lumba itu sendiri.
5. Dianggap sebagai hama
Karena lumba – lumba selalu hidup secara berkelompok dan memangsa ikan – ikan yang ada di lautan, bagi sebagian orang terutama nelayan, lumba – lumba dianggap sebagai hama karena menghambat mata pencaharian dari nelayan tersebut.
Dilansir dari kompas, untuk saat ini populasi dari lumba – lumba adalah terancam hampir punah selain karena populasi yaitu akibat ulah manusia yang membunuh lumba – lumba untuk kepentingan pribadinya.
6. Membunuh anaknya sendiri
Melansir dari jstordaily.com, lumba – lumba akan membunuh anaknya jika dirasa kehadiran dari anak lumba – lumba tersebut tersebut mengganggu sistem reproduksi dari lumba – lumba betina, karena lumba – lumba adalah spesies mamalia. Induk lumba – lumba akan menyusui anaknya dan terkadang hal tersebut menghambat lumba – lumba jantan untuk bereproduksi bersama lumba – lumba betina.
( MG Belinda Aviva Rahma )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/lumba-lumba-di-perairan.jpg)