Berita Purworejo
Pasar Menoreh Kembali Dibuka, Hadirkan Pemandangan Sawah Desa Sedayu Purworejo
Pasar Menoreh adalah etalasi UMKM di Kecamatan Loano untuk meningkatkan kesejahteraan warga Desa Sedayu.
Penulis: Dewi Rukmini | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Dewi Rukmini
TRIBUNJOGJA.COM, PURWOREJO - Pasar Menoreh yang ada di Desa Sedayu, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo , Jawa Tengah, kembali dibuka pada Sabtu (12/8/2023).
Proses peresmiannya dilakukan oleh Wakil Bupati Purworejo , Yuli Hastuti, bersamaan dengan acara Grebeg Merti Negara peringatan HUT Ke-8 UMKM Nasional di Lapangan Menoreh, Desa Sedayu, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo , Jawa Tengah.
Kepala Desa Sedayu, Ahmad Said, mengungkapkan, sebenarnya Pasar Menoreh sudah ada sejak 2019 lalu.
Namun karena Pandemi Covid-19, kegiatan jual beli di Pasar Menoreh terpaksa diberhentikan.
Adapun dulu, lokasi Pasar Menoreh berada di Lapangan Menoreh, Desa Sedayu, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo , Jawa Tengah.
Baca juga: Kirab Gunungan Produk UMKM dan Hasil Bumi Meriahkan Perayaan HUT UMKM Nasional di Purworejo
Kini, Pasar Menoreh telah berpindah menempati tempat baru di atas Lapangan Menoreh.
Lokasinya berjarak sekitar 100 meter dari Lapangan Menoreh.
" Pasar Menoreh adalah etalasi UMKM di Kecamatan Loano untuk meningkatkan kesejahteraan warga Desa Sedayu. Dulu lokasinya di lapangan Menoreh, tapi sekarang sudah pindah," ucap Ahmad kepada Tribunjogja.com , Sabtu (12/8/2023).
Ahmad mengatakan, saat ini Pasar Menoreh berada di atas tanah desa seluas 500-700 meter persegi.
Tanah tersebut dulunya merupakan lahan pertanian tidak produktif yang ketika ditanami padi justru tidak panen (tanah sompok).
"Tempat sekarang pemandangannya lebih bagus karena menghadap area persawahan warga dan bukit. Konsepnya nanti Pasar Menoreh bisa menyatu dengan alam, menjadi wisata kuliner yang mana masyarakat dapat menikmati alam pedesaan Desa Sedayu," ujarnya.
Lantas, ia menyebutkan bahwa pembangunan kawasan Pasar Menoreh masih berjalan separuhnya.
Pada 2023, Pemerintah Desa Sedayu menganggarkan dana desa senilai Rp120 juta untuk membangun 10 lapak pedagang, talud, dan satu rumah Joglo sebagai ruang pertemuan outdoor.
"Saat ini sudah terbangun 5 lapak dan satu Joglo, yang 5 lapak lainnya masih proses pembangunan. Untuk Joglo rencananya akan kami jadikan sebagai maskot di Pasar Menoreh. Nanti akan difungsikan sebagai ruang pertemuan atau tempat berkegiatan, semisal untuk resepsi pernikahan," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Kirab-Bregada-dan-Gunungan-Hasil-Bumi-Meriahkan-Merti-Desa-di-Caturharjo.jpg)