Jawa Perak 1952, Motor yang Dirancang Rahasia di Masa Pendudukan Nazi

Tak hanya orang berusia tua yang menggemari motor antik dan klasik, namun tren tersebut juga merambah ke kawula muda. Gempuran berbagai model dan jeni

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/Hanif Suryo
Jawa Perak 1952 milik Allan Alfian, Motor yang Dirancang Rahasia di Masa Pendudukan Nazi 

Dirancang Rahasia di Masa Pendudukan Nazi
Dari informasi yang dihimpun Tribun Jogja, Jawa Perak diciptakan dan dirancang dengan penuh kerahasiaan selama masa pendudukan Nazi.

Prototipe pertama dibuat di sebuah bengkel kecil bernama Motozbroj di Pankrac, Praha, tempat para Nazi menyimpan sepeda motor mereka. Jika ketahuan, pekerjaan mereka akan dianggap sebagai sabotase - kejahatan yang dapat dihukum mati.

Meskipun pabrik Jawa dipaksa untuk membuat persenjataan di bawah pendudukan Nazi di Cekoslowakia, Janecek tetap mengerjakan proyek baru secara rahasia. Ini adalah jajaran sepeda motor yang kemudian disebut Jawa 'Perak'.

Janecek memasang nomor registrasi 'SS' dan simbol Wehrmacht (nama angkatan bersenjata Jerman Nazi sejak tahun 1935 sampai 1945) palsu atau pinjaman pada sepeda motornya, melapisinya dengan warna hijau yang sama dengan kendaraan Nazi Jerman untuk melanjutkan pengujian.

Adapun nama Jawa Perak berasal dari legenda urban yang berasal dari kota Praha, Cekoslowakia, saat pendudukan Jerman atas Cekoslowakia di tengah-tengah Perang Dunia II.

Perak atau 'Manusia Musim Semi' adalah nama yang diberikan kepada seorang pria yang konon melompat keluar dari bayang-bayang dan mengejutkan orang yang lewat. The Spring Man kemudian diyakini telah melawan tentara Nazi dengan meledakkan kendaraan militer dan membela penduduk Praha. Legenda ini kemudian diasosiasikan dengan harapan melawan penindasan yang saat itu sedang berlangsung. Dalam beberapa dekade setelah perang, Perak juga digambarkan sebagai pahlawan super Ceko.

Janecek menghembuskan nafas terakhirnya setelah berjuang melawan penyakit jangka panjang pada tahun 1941. Putranya, Karel, mengambil alih bisnis ini dan terus mengerjakan desain ayahnya, membawa Jawa Perak ke hadapan publik di Paris Motor Show 1946. (Han)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved