Sering Terbangun Tengah Malam, Apakah Karena Hal Mistis? Simak Penyebabnya
Banyak orang yang memiliki pola tidur yang tidak baik karena sering terbangun pada tengah malam. Akankah ini disebabkan oleh hal mistis?
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
TRIBUNJOGJA.COM – Banyak orang yang memiliki pola tidur yang tidak baik karena sering terbangun pada tengah malam. Akankah ini disebabkan oleh hal mistis? Atau karena faktor kesehatan?
Beberapa orang mengaitkan kejadian ini dengan hal-hal mistis.
Ada yang menyebutkan bahwa jika terbangun pada tengah malam, artinya ada seseorang yang memandangi kita di saat tidur, sehingga kita menjadi terbangun.
Namun sebenarnya ada alasan kesehatan di balik sering terbangun pada tengah malam.
Dilansir dari situs Live Strong, berikut adalah beberapa penyebab mengapa sering terbangun pada tengah malam:
1. Banyak Bermain Ponsel Sebelum Tidur
Menurut Harvard Health Publishing, telepon genggam dan layar TV memiliki blue light yang spektrum cahayanya bekerja dan bermanfaat pada siang hari. Namun cahaya itu akan mengganggu pada malam hari, karena dapat menekan produksi hormon tidur tubuh anda, atau biasa disebut dengan hormon melatonin. Hal tersebut bisa mempengaruhi siklus tidur dan kemampuan untuk tetap tertidur, jadi hindari untuk menggunakan ponsel sebelum tidur.
2. Konsumsi Kafein
Masih banyak dijumpai orang-orang yang mengonsumsi kafein agar tetap terjaga, namun ternyata kebiasaan ini juga membuat orang-orang menjadi susah tidur dan sering terbangun, sehingga pola tidur menjadi tidak konsisten. Harvard Health Publishing memaparkan bahwa zat kafein bekerja paling kuat adalah pada satu jam setelah dikonsumsi. Kekuatan kafein bisa berkurang sekitar 50 persen hanya setiap empat hingga enam jam. Oleh karena itu, Mayo Clinic menyarankan untuk mengonsumsi kafein 10 jam sebelum waktu tidur.
3. Makan Sebelum Tidur
Dr. Schuetz mengatakan bahwa makan besar sebelum tidur bukannya membantu semakin tertidur, hal ini malah mempersulit. Itu disebabkan karena makan besar bisa membebani sistem pencernaan, sehingga sulit untuk mendapatkan kualitas tidur yang baik.
4. Lingkungan Tidur Yang Tidak Nyaman
Lingkungan untuk tidur adalah salah satu faktor yang mendukung kualitas tidur yang baik. Cleveland Clinic mengungkapkan, jika suhu kamar tidak cukup dingin, mungkin itu bisa menjadi penyebabnya, karena kamar tidur yang terlalu hangat (di atas 67 derajat Farenheit) dapat mengganggu siklus gerakan mata cepat, atau Rapid Eye Movement (REM). Selain itu, Johns Hopkin Medicine juga menyarankan untuk menata lingkungan tidur anda dengan suasana yang tenang, nyaman, gelap, dan tidak terlalu hangat atau terlalu dingin.
( MG Salma Nabila Fausta )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/susah-tidur-12082021.jpg)