Mitos Oarfish yang Sering Disebut Ikan Kiamat, Benarkah Kemunculannya Jadi Tanda Bencana?

Apakah betul, munculnya Oarfish ke permukaan bisa menjadi pertanda datangnya bencana? Ilmuwan pun menjawab begini

Tayang:
Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Bunga Kartikasari
Australian Museum
Oarfish berukuran 4 meter terdampar di Pulau Anne Marie, Tampa Bay selatan, Florida, Amerika Serikat di tahun 2002 

TRIBUNJOGJA.COM - Oarfish sedang banyak dibicarakan di media sosial lantaran mitos-mitos yang berkaitan dengan ikan tersebut.

Banyak warganet yang menyebutkan, kemunculan Oarfish menjadi tanda bencana akan datang.

Mulanya, sebuah akun Instagram menampilkan rekaman sekelompok penyelam yang berpapasan dengan ikan raksasa tersebut. Mereka tampak takjub dan mengelilingi ikan berwarna perak mengkilap di lepas pantai Ruifang, Taipei, Taiwan.

Salah satu penyelam menjulurkan tangan untuk menyentuh makhluk langka ini.

Menurut para penyelam, ikan tersebut berukuran panjang sekitar 6,5 kaki (1,98 meter), yang sebanarnya masih terbilang kecil jika dibandingkan dengan ukuran maksimalnya yang tercatat, yaitu 36 kaki (sekitar 11 meter).

Guinness Book of World Records pun mengakui oarfish sebagai ikan bertulang terpanjang yang saat ini diketahui masih ada.

Para penyelam percaya bahwa keberadaan ikan tersebut bukanlah pertanda baik bagi kesehatan ikannya.

Baca juga: Apakah Mimpi Basah di Bulan Ramadan Bisa Membatalkan Puasa? Begini Jawaban dan Mitos Sebenarnya

Instruktur selam Wang Cheng-Ru, dikutip dari WION, mengatakan ikan sedang sekarat, jadi dia berenang ke perairan yang lebih dangkal.

Masalahnya, video atau pun screenshot dari unggahan itu banyak beredar di media sosial dalam negeri dan digoreng dengan mitos lama soal pertanda bencana atau ikan kiamat.

Namun, apakah betul, kemunculan Oarfish bisa jadi pertanda bahaya?

Dikutip dari The Guardian, akar mitos Oarfish ada pada Shokoku Rijin Dana, kumpulan cerita misteri yang diterbitkan pada abad 18 di Jepang.

Salah satunya mengaitkan antara ikan laut perairan dalam dan aktivitas seismik atau gempa.


Secara tradisional, ikan ini dikenal sebagai Ryugu no tsukai atau pembawa pesan dari istana dewa laut.

Legenda mengatakan bahwa mereka terdampar di pantai sebelum gempa bumi bawah laut.

Teori pun berkembang ke arah pseudosains.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved