Berita Bantul Hari Ini
Talkshow Kementerian Kominfo: UMKM Perlu Memahami Target Pasar di Media Sosial
Melalui talk show tersebut, Kominfo berupaya agar Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dinilai perlu meningkatkan upaya pemasaran melalui ruang
Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Kementerian Kominfo menggelar Talkshow Makin Cakap Digital pada Senin (24/7/2023) malam.
Talkshow yang dilakukan melalui zoom meeting ini diikuti seratusan peserta yang berasal dari komunitas, pelaku usaha maupun masyarakat umum.
Narasumber yang dihadirkan dalam talkshow ini diantaranya Manager Ceritasantriid, Aina Masrurin; Kabid Penglolaan Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Bantul, Arif Darmawan; dan Founder Jogja Digital Academy, Andang Kirana.
Melalui talk show tersebut, Kominfo berupaya agar Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dinilai perlu meningkatkan upaya pemasaran melalui ruang digital.
Baca juga: Buka SOMRDPE 2023, Gus Halim Tekankan Bangun Desa Tanpa Hilangkan Akar Budaya
Selain itu UMKM juga disarankan untuk memahami target pasar terlebih dahulu, khususnya di media sosial.
Kabid Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Bantul, Aina Masrurin menjelaskan terkait strategi-strategi membangun usaha di era digital sekarang ini, salah satunya adalah dengan penggunaan sosial media yang sangat cocok untuk promosi.
Agar produk semakin menarik untuk ditawarkan maka perlu dikemas sedemikian rupa, misalnya dengan pengenalan produk yang dibuat dengan cerita yang emosional.
“Sekarang gen Z yang sudah banyak menggunakan sosial media, sehingga sangat cocok pelaku usaha mempromosikan produknya, apalagi dikemas dengan cerita-cerita yang emosional," ujarnya.
Selain itu, strategi lain yang bisa digunakan yakni dengan mengundang influencer yang tepat untuk me-review produk usaha dan mengunggahnya ke sosial media.
Sementara itu, Founder Jogja Digital Academy, Andang Kirana dalam talkshow malam itu memprediksi transaksi e-commerce di Indonesia mencapai sekitar Rp 700 triliun, dengan demikian pelaku usaha yang menggunakan sosial media di Indonesia akan mendapatkan keuntungan yang sangat besar.
"Namun melihat kenyataannya banyak pelaku usaha yang memiliki produk bagus, namun kesulitan untuk menjual,” katanya.
Maka dari itu, Andang mengatakan bahwa pelaku usaha harus mempelajari konten, riset pasar, dan target pasar di sosial media dengan menentukan kata kunci yang tepat.
“Selain itu, pengelolaan sosial media juga sangat penting bagi pelaku usaha di era digital sekarang ini," imbuhnya.
Adapun sebagai upaya untuk meningkatkan kompetensi masyarakat terutama pelaku UMKM, ia pun mendirikan sekolah Jogja Digital Academy sebagai sarana edukasi tentang pemanfaatan dunia digital.
Pihaknya pun tengah gencar menyebarkan literasi dan strategi digital tentang langkah-langkah mendapatkan omset yang besar dari penjualan lewat sosial media. (nto)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Suasana-studio-Deras-Litersi-Bantul-dalam-mengikuti-talkshow.jpg)