Proses Penurunan Bebatuan Candi Lumbung Magelang Dilakukan Secara Manual, Ini Alasannya

Setiap lapisan dari Candi Lumbung memiliki jumlah susunan batuan yang berbeda-beda tergantung dari besar dan kecilnya batuan. 

Tribun Jogja/Nanda Sagita Ginting
Para pemugar saat melakukan proses penurunan batuan Candi Lumbung, pada Selasa (25/7/2023). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Proses penurunan batuan pada situs Candi Lumbung di Dusun Tlatar, Desa Klogowanan, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, memasuki lapisan ketujuh belas dari total 31 lapisan batuan yang membentuk candi. 

Juru Pugar Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X, Wagimin, mengatakan setiap lapisan memiliki jumlah susunan batuan yang berbeda-beda tergantung dari besar dan kecilnya batuan. 

"Jumlah batu setiap lapisnya  tidak pasti, ada yang 20, ada yang 15, tergantung besar kecilnya batu. Ini sudah memasuki lapisan ketujuh belas kalau dihitung dari bawah, sedangkan bila dihitung dari atas itu lapisan keempat belas, karena total lapisan bebatuannya ada 31 lapis,"ujarnya saat ditemui di lokasi pemugaran, Selasa (25/7/2023).

Ia menambahkan, untuk proses  menurunkan batuan masih menggunakan alat manual yakni dengan bantuan alat perancah dan tali tambang.

"Prosesnya batuan ditali pakai tambang, terus pelan-pelan untuk menurunkan pakai tali tambang lewat alat perancah, jadi tetap manual. Supaya batunya tidak rusak, prosesnya pelan-pelan jadi kerjanya tidak kemrungsung,"ucapnya.

Setelah diturunkan, lanjut dia, batuan diletakkan di halaman candi untuk ditata ulang sesuai dengan susunan lapisannya.

"Kami bentuk (tata) per lapisannya. Ditata ulang di sana untuk susunan percobaan. Disusun dari atas ke bawah, sampai berapa lapis kemampuan kita saja. Kalau amannya dua lapis. Dan itupun sudah ada tanda kaitnya supaya nanti untuk pengembaliannya biar mudah saja,"papar dia.

Wagimin menyebutkan, proses penurunan batuan sudah berlangsung sejak Rabu (12/7/2023).

Diawali dengan memasang alat perancah terlebih dahulu pada badan candi.

"Sudah berjalan sekitar 2 mingguan (proses penurunan). Untuk kapan bisa  selesai sampai bawah, belum tahu. Soalnya ini lapisannya semakin lebar, semakin banyak batunya. Biasanya satu hari kadang bisa cuman satu lapis. Kalau nggak banyak, bisa dua lapis seharinya,"ungkapnya.

Meskipun batuan sudah berhasil diturunkan, lanjutnya, proses pemindahan ke lokasi baru belum dilakukan.

Sebab, di lokasi yang baru belum memungkinkan untuk menumpuk batuan.

Sebelumnya, penurunan batuan ini bertujuan untuk memindahkan candi ke lokasi asalnya, yakni di Desa Sengi, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang.

Diketahui, awalnya candi bercorak Hindu ini merupakan aset desa dari warga Sengi.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved