Berita Klaten Hari Ini
Sebulan Tercatat 16 Kali Lahan di Klaten Terbakar, Damkar Minta Warga Tak Asal Bakar Sampah
Peristiwa kebakaran lahan mulai marak terjadi di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah saat memasuki musim kemarau. Satpol PP dan Damkar Klaten mencatat
Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Peristiwa kebakaran lahan mulai marak terjadi di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah saat memasuki musim kemarau.
Satpol PP dan Damkar Klaten mencatat pada bulan Juli yang belum berakhir sudah terjadi 16 kali peristiwa kebakaran lahan.
Bahkan, satu hari pernah terjadi delapan titik kebakaran lahan.
"Kebakaran lahan mulai meningkat. Ini terjadi sejak bulan Juli saja sudah ada 16 kasus kebakaran lahan," ujar Kabid Damkar, Satpol PP dan Damkar Klaten, Sumino, pada wartawan, Jumat (21/7/2023).
Baca juga: UPDATE Kasus Mafia Tanah Kas Desa: Percakapan Kepala Dispertaru DIY Masih Didalami Kejati DIY
Ia menyebut, 16 peristiwa kebakaran lahan itu merupakan kasus yang ditangani oleh Satpol PP dan Damkar Klaten.
Bila dijumlah dengan kasus kebakaran lahan yang ditanggulangi oleh relawan dan pihak lainnya, jumlahnya bisa lebih.
"Teman-teman relawan juga banyak yang bantu namun sementara ini datanya belum kita data. Jumlah 16 kasus ini yang ditangani Damkar," akunya.
Menurut Sumino, lahan yang terbakar di Klaten bentuknya beragam mulai lahan kosong, lahan tebu, lahan bekas pertanian. Namun, paling banyak lahan kosong berupa semak belukar.
"Lahan kebakaran ini belum ada yang berdampak ke pemukiman atau bangunan. Masih aman," ucapnya.
Rata-rata kebakaran lahan itu karena adanya pembakaran sampah yang membesar dan menyambar lahan kosong atau lahan tebu.
"Pernah rekor, sehari delapan kali kebakaran. Paling banyak kebakaran di daerah Ceper, Wonosari, Pedan, Delanggu dan Bayat," jelasnya. (Mur)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Penampakan-lahan-kosong-yang-terbakar-di-Desa-Kingkang1.jpg)