Kimaya Art Exhibition 2023, Kolaborasi yang Indah Antara Kimaya dan Seniman Yogya

Kimaya berkolaborasi dengan empat pelukis Yogyakarta yang memiliki gaya masing-masing, yakni Bonny Setiawan, Dwipo Hadi, Hery Sudiono dan Wisnu Aji

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA/Ardhike Indah
Kimaya Art Exhibition 2023 di Kimaya Sudirman Yogyakarta by Harris yang diselenggarakan mulai Jumat (21/7/2023) mulai 09.00-21.00 WIB 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kimaya Sudirman Yogyakarta by Harris menyelenggarakan Kimaya Art Exhibition 2023 mulai 21 Juli 2023 jam 09.00 - 21.00 WIB.

Dalam pameran seni lukis tersebut, Kimaya berkolaborasi dengan empat pelukis Yogyakarta yang memiliki gaya masing-masing, yakni Bonny Setiawan, Dwipo Hadi, Hery Sudiono dan Wisnu Aji Kumara.

Stevy Yola Marketing Communications Manager Kimaya Sudirman Yogyakarta by Harris menjelaskan, pameran seni ini memiliki tajuk Antara Kita Indah.

“Ada kurang lebih 25 lukisan yang bisa dinikmati di Jasmine dan Lily Lounge. Jadi, buat para tamu yang sedang di Kimaya, lewat lorong sini gak cuma lewat saja, tapi ada keindahan yang dipajang-pajang,” kata Stevy kepada Tribun Jogja, Kamis (20/7/2023) malam.

Stevy mengungkap, ini pertama kali Kimaya menggelar art exhibition dan mendapatkan antusiasme yang tinggi dari para tamu undangan.

“Malam ini (kemarin) sudah kejual empat lukisan sama tamu. Ada beberapa tamu undangan yang hadir dan sekalian beli. Ini sudah transaksi,” katanya.

Dikatakan Stevy, pihaknya ingin memperlihatkan bahwa hotel bukan hanya tempat singgah saja, tapi juga tempat untuk memamerkan karya-karya indah seniman.

Baca juga: Kimaya Sudirman Yogyakarta by Harris Hadirkan Pasar Malam Kotabaru hingga Cooking Class for Kids

Maka, seniman tak hanya memiliki studio untuk memamerkan karyanya, tapi juga ruang di hotel-hotel.

“Kami ingin tunjukkan, hotel ini bisa jadi tempat alternatif untuk seniman yang mau pamer karya. Kami punya space untuk itu. Jadi, seniman gak cuma pamer di studi saja atau di museum saja, tapi di sini juga,” paparnya.

Apalagi, kata Stevy, Kimaya Sudirman Yogyakarta by Harris menjadi sebuah hotel yang memiliki letak strategis, terletak di tengah kota.

Tak heran, tingkat keterisian kamar pun cukup tinggi.

Dalam catatan kuratorialnya, Dwipo Hadi mengatakan karya seni yang memiliki unsur-unsur keindahan dan kebermanfaatan ikut berkembang mengikuti arus peradaban.

Manusia sebagai pelaku serta penikmat karya seni memiliki hubungan emosional secara intim, pendekatan masyarakat kepada seni dan sebaliknya membentuk ekosistem secara baik yang dapat memunculkan efek positif pada bidang lain, seperti tumbuh dan menggairahkannya roda ekonomi individu dan masyarakat.

“Begitu pula dengan hadirnya ruang alternatif saat ini yang bersemangat dan proaktif memamerkan karya seni akan memberikan angin segar kepada seniman untuk menunjukkan hasil dari kreasinya kepada masyarakat luas,” jelasnya.

Dikatakannya, dengan perkembangan situasi saat ini dengan didukung banyak faktor, terutama teknologi memungkinkan masyarakat lebih mudah untuk mencari informasi dan mengapresiasi karya seni dan senimannya, serta dapat membangun ekosistem yang baik, intim dan harmonis.

“Keberhasilan pemahaman masyarakat terhadap karya seni berimbas pula kepada hubungan masyarakat dan seniman. Dari gambaran tersebut maka dapat kita lihat bagaimana dampak interaksi antara seni dan masyarakat menghadirkan sesuatu yang indah, atau dapat dikatakan interaksi yang dibalut oleh seni menghadirkan keindahan yang nyata antarmanusia,” tukasnya. (ard)

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved