Mengenal Belekan pada Mata, Mitos dan Penanganannya
dr Ahmad Ikliluddin, mengatakan pada umumnya pasien dari penyakit ini juga merasakan munculnya rasa nyeri di area bola mata.
Penulis: Santo Ari | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Belekan atau dalam dunia medis disebut konjungtivitis bakterial dapat terjadi di area konjungtiva, yaitu selaput tipis di permukaan mata dan disebabkan oleh infeksi dari bakteri.
Gambaran klinis dari belekan merupakan mata yang tampak kemerahan, berair, dan terdapat kotoran mata berwarna kekuningan yang menempel di sekitar area bulu mata serta membengkaknya kelopak mata.
Dokter mata di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping, dr Ahmad Ikliluddin, mengatakan pada umumnya pasien dari penyakit ini juga merasakan munculnya rasa nyeri di area bola mata.
Hal Ini disebabkan oleh bakteri yang termasuk ke dalam golongan bakteri gram positif seperti Staphylococcus dan Streptococcus.
Menurutnya, walaupun belekan merupakan penyakit yang mudah ditularkan oleh penderita kepada orang lain di sekitarnya, masih terdapat beberapa mitos terhadap ciri penularan penyakit ini.
“Banyak masyarakat yang masih beranggapan bahwa belekan dapat menular dengan melihat mata orang yang sedang menderita belekan, namun ini sebenarnya tidak tepat,” ujarnya Rabu (19/7/2023).
Ia menjelaskan, konjungtivitis bakterial dapat menular melalui kontak dengan cairan mata pasien dan juga droplet atau udara napas dari pasien.
Karena itu, pasien yang sedang mengalami konjungtivitis bakterial disarankan untuk tidak banyak melakukan aktivitas di luar rumah terlebih dahulu untuk memperkecil kemungkinan penularan.
Sedangkan cara untuk mencegah penularan belekan pada mata, salah satunya dengan melakukan hal-hal yang dapat menjaga kebersihan.
Seperti dengan rajin mencuci tangan, menghindari menyentuh daerah mata bila merasa tangan dalam kondisi kotor, menggunakan masker dan menjaga jarak bila sedang bersama dengan orang yang mengalami konjungtivitis bakterial.
Dokter yang juga menjadi staf pengajar di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UMY ini juga menjelaskan, karena belekan didasari oleh proses infeksi, maka siapapun termasuk bayi maupun anak di bawah 2 tahun juga bisa mengalaminya.
Bahkan ada salah satu jenis konjungtivitis bakteri yang bisa muncul sejak bayi dilahirkan, yang terjadi karena proses infeksi pada saat bayi dilahirkan melalui persalinan spontan, yang disebut dengan oftalmia neonatorum.
“Bila orangtua mendapati anak atau bayinya mengalami belekan, sebaiknya segera periksakan ke sarana kesehatan terdekat. Untuk memastikan kondisinya dan mendapatkan pengobatan yang tepat sesuai usia anak,” ungkapnya.
“Selain itu jangan terlalu mudah memberikan tetes mata yang tidak jelas manfaat dan keamanannya untuk mencegah perburukan gejala yang dapat mengancam penglihatan anak,” imbuhnya.
Hal tersebut menurut Ahmad juga berlaku bagi orang dewasa yang sedang mengalami kondisi belekan. Ia pun mengimbau agar masyarakat dapat selalu menjaga kebersihan tangan dan menjaga higienitas area mata untuk mencegah mata terkena penyakit ini.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/mata-merah_56356_20151126_203858.jpg)