Mahasiswa Melihat Solo dari “Lubang Kunci”
Banyak event kebudayaan digelar. Sejumlah situs budaya direvitalisasi. Terakhir, berdiri tugu keris dari semen cor berlapis perunggu.
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Surakarta atau Solo, kota penting bagi peradaban Jawa kini tengah menggeliat.
Di bawah kepemimpinan Wali Kota Gibran Rakabuming Raka, pemerintah kota giat membangun wajah baru kota budaya ini.
Solo seolah sedang membangkitkan memori kolektif sebagai kota budaya.
Banyak event kebudayaan digelar. Sejumlah situs budaya direvitalisasi. Terakhir, berdiri tugu keris dari semen cor berlapis perunggu.
Pura Mangkunegaran juga berbenah.
Terakhir, Pracima Tuin, Taman Pracima, yang dulunya hanya diperuntukkan bagi keluarga Mangkunegaran, kini
terbuka untuk umum.
Langkah pemerintah Kota Solo yang mulai bersolek ini tergambar dalam pameran 101 foto hasil refeleksi 15 mahasiswa FISIP Universitas Atma Jaya (UAJY) atas “perubahan sosial” yang terjadi di kota Solo tersebut.
Selama satu bulan penuh mereka tinggal di Solo, setelah bolak-balik Yogya-Solo untuk melakukan pra-riset.
Kelima belas mahasiswa tersebut tergabung dalam “Tim Studi Independen Multikulturalisme”, suatu proyek kolaborasi antara Penerbit Kepustakaan Populer Gramedia (KPG) dan FISIP UAJY.
Sekaligus sebagai pelaksanaan program “Merdeka Belajar Kampus Merdeka” (MBKM) dengan pendekatan proyek yang didukung langsung oleh Kompas Gramedia, Bentara Budaya, Kognisi.id, PT PLN (Persero), Tanoto Foundation, dan BRI.
Mahasiswa diajak keluar dari menara gading kampus untuk belajar melihat realitas, sekaligus berkarya dengan standar profesional.
Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa dituntut menghasilkan karya berupa buku foto, film dokumenter, dan pameran foto-video.
Apa yang mereka hasilkan kemudian disajikan kepada publik sebagai pertangunggungjawaban akademis.
“Proyek ini berawal dari inisiatif “Tiga Pilar Tuk Indonesia” yang digagas Penerbit KPG, kemudian disambut oleh FISIP UAJY.
Inisiatif ini coba menghubungkan kampus, media, dan swasta dalam kerja-kerja kebaikan bagi Indonesia lewat jalur kebudayaan,” ujar Candra Gautama, Editor Senior KPG.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Pura-Mangkunegaran-Jadi-Cagar-Budaya-Pertama-Gunakan-Listrik-EBT-REC-PLN.jpg)