Berita Pendidikan Hari Ini
Tak Izinkan Praktek Perpeloncoan Selama MPLS, Sri Sultan HB X: Zamannya Sudah Beda
Masa pengenalan seharusnya diisi dengan kegiatan-kegiatan yang bersifat edukatif.
Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyebut praktek perpeloncoan disertai kekerasan selama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah ( MPLS ) sudah tidak relevan dengan perkembangan zaman.
Tindakan perpeloncoan dapat menjadi momok tersendiri bagi pelajar dan orang tua.
Sehingga masa pengenalan seharusnya diisi dengan kegiatan-kegiatan yang bersifat edukatif.
"Lebih baik ceramah atau aktivitas-aktivitas lain tapi jangan sampai ada kekerasan-kekerasan yang terjadi. Sudah bukan zamannya, zamannya sudah beda," jelas Sultan di Kompleks Kepatihan, Selasa (11/7/2023).
Baca juga: MPLS di Kulon Progo, Siswa Baru Tingkat SD 3 Hari dan SMP 10 Hari
Masa pengenalan seharusnya dapat menjadi wadah bagi siswa baru untuk bisa mengeksplor diri lebih dalam dan melakukan adaptasi dengan lingkungan belajar yang baru.
Karenanya, sekolah perlu menyediakan kegiatan yang dapat mengakomodasi hal-hal tersebut.
"Siswa yang masuk SMA, SMP saya kira jangan perpeloncoan lah karena masa pendidikan awal seperti itu saya mohon untuk tidak punya kasus-kasus seperti itu," kata Sultan.
"Tapi bagaimana yang bermanfaat saja, ya saya berharap (kegiatan yang edukatif) ya," ujar Sultan. ( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Gubernur-DIY-Sri-Sultan-Hamengku-Buwono-X-5723.jpg)