Adrian Pratama Incar Juara di Badminton Asia Junior Championships 2023

Motivasinya untuk mempersembahkan gelar juara berlipat ganda lantaran kali ini ia akan main di daerah kelahirannya sendiri.

Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/Taufiq Syarifudin
Adrian Pratama (kanan) berfoto dengan Felisha Alberta di kawasan Jalan Solo, Kamis (6/7/2023). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Adrian Pratama, pebulutangkis asal Sleman tak gentar menghadapi wakil dari China, Korea, maupun Jepang pada ajang Badminton Asia Junior Championships (AJC) 2023.

Motivasinya untuk mempersembahkan gelar juara berlipat ganda lantaran kali ini ia akan main di daerah kelahirannya sendiri.

Ajang Kejuaraan Bulutangkis Asia Beregu Junior 2023 itu bakal digelar Jumat-Selasa (7-11/7/2023) di GOR Among Raga, Yogyakarta.

Dalam ajang kali ini, Tim Indonesia bakal lebih dulu bermain di fase grup.

Mereka tergabung dalam Grup A bersama China dan Vietnam, dua tim yang memiliki kekuatan besar di kejuaraan badminton Asia.

"Saya siap bertanding dengan tim manapun. Saya tahu betul China punya kekuatan yang bagus, tapi tetap optimistis bahwa Indonesia bisa amankan juara di rumah sendiri. Target pribadi saya bisa juara, dan saya akan coba fokus memenangkan satu persatu pertandingan," ujar Adrian saat ditemui di kawasan Jalan Solo, Sleman, Kamis (6/7/2023).

Biasanya, Adrian tampil sebagai pemain sektor ganda putra.

Namun kali ini ia akan tampil bersama Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu sebagai andalan Indonesia di sektor mix double.

Menariknya, pasangan Adrian-Felisha ini baru dibentuk sekitar tiga bulan lalu.

Ajang Badminton Asia Junior Championships (AJC) 2023 ini akan menjadi debut keduanya tampil sebagai pasangan mix double.

"Persiapan kami sudah cukup matang, tiga bulan waktu yang cukup untuk kami mengasah kemistri. Sejauh ini saya merasa nyaman tampil bersama Felisha, terlebih dia juga sudah lama di pelatnas, jadi bisa banyak kasih masukan," kata Adrian.

Pebulutangkis kelahiran Yogyakarta, 9 Januari 2005 itu menambahkan, chemistry dengan Felisha cepat terbangun lantara di luar latihan keduanya membangun komunikasi yang baik.

"Kami selalu sama-sama ngobrol soal evaluasi latihan atau analisis pertandingan. Saya kira ini membuat kami jadi lebih mengerti satu sama lain," jelas dia.

Pada kesempatan yang sama, Felisha mengutarakan telah memiliki gambaran soal seberapa tangguh tim dari negara lain lewat pertandingan di ajang Kejuaraan Dunia Junior BWF beberapa waktu lalu.

"Kalau melihat dari kejuaraan sebelumnya, tentu saja kami optimistis bisa meraih hasil baik. Lebih dari itu, menurut saya lawan terberat melawan diri sendiri. Banyak negara tangguh yang bertanding seperti China, Jepang, Taiwan, dan Korea. Paling terpenting kami harus fokus kepada diri sendiri," kata Felisha, pemain kelahiran 11 September 2005 itu.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved