Berita Magelang Hari Ini

Melihat Kemolekan Curug 'Grenjengan Kembar', Pesona Wisata  Tersembunyi di Kabupaten Magelang 

Curug Grenjengan Kembar merupakan pesona wisata tersembunyi yang menyimpan sejuta keindahan alam.

Tayang:
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Gaya Lufityanti
Tribunjogja.com/Nanda Sagita Ginting
Penampakan indahnya Curug Grenjengan Kembar yang masih asri di Kabupaten Magelang, beberapa waktu lalu 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Curug Grenjengan Kembar yang berlokasi di Dusun Citran, Desa Muneng Warangan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang , merupakan pesona wisata tersembunyi yang menyimpan sejuta keindahan alam.

Wisata alam ini berjarak 18 kilometer dari pusat Kota Magelang atau memiliki jarak tempuh sekitar 30 menit perjalanan darat.

Setelah itu, saat memasuki kawasan curug diharuskan berjalan kaki sekitar 500 meter masuk ke dalam hutan lereng Gunung Merapi.

Sepanjang perjalan ke dalam hutan, akan disuguhkan indahnya hutan pepohonan pinus.

Tak hanya itu, udara di dalam hutan pun sangat sejuk dan segar.

Ketika mendekati lokasi curug, panca indera pendengaran pun langsung dimanjakan dengan deru suara air. 

Baca juga: 7 Tempat Wisata Ramah Anak di Jogja, Isi Waktu Liburan Sekolah dengan Bermain dan Belajar

Terdapat dua curug besar yang saling berdampingan mengalir di antara bebatuan tebing tinggi yang mengelilingi air terjun.

Keindahan curug pun kian terpancar ketika sinar matahari menelusuk di antara tebing tinggi yang sudah ditutupi lumut hijau.

Membuatnya mendominasi lanskap kawasan ini, menjadikan Curug Grenjengan Kembar semakin megah.

Kepala Dusun Citran, Sugito saat ditemui di rumahnya beberapa waktu lalu mengatakan, penamaan Curug Grenjengan Kembar diberikan langsung oleh sesepuh kampung tersebut.

"Di mana, kata Grenjengan memiliki arti yang sama dengan Grujugan atau air terjun. Sedangkan, kata kembar didapatkan karena  terdapat dua curug besar di sana,"ujarnya.

Ia mengatakan, wisata Curug Grenjengan Kembar dibuka pada 2015 lalu. Pengelolaan dilakukan oleh masyarakat dusun bersama Taman Nasional Merapi. 

"Karena, memang wilayah curug merupakan kawasan dari Taman Nasional, jadi saling bekerja sama,"tutur dia.

Diakui Sugito, sejak dimanfaatkan menjadi wisata alam sangat membantu perekonomian masyarakat setempat.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved