Inspiring Beauty

Fatikha Bersemangat Majukan Kampung Halaman

Lecutan semangat Fatikha Dyah Ayu Saputri ini untuk ikut memajukan kampung halamannya semakin menguat.

Penulis: Yudha Kristiawan | Editor: Agus Wahyu
TRIBUNJOGJA.COM/DOMAS-WAWAN
Fatikha Dyah Ayu Saputri 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Lecutan semangat Fatikha Dyah Ayu Saputri ini untuk ikut memajukan kampung halamannya semakin menguat. Apalagi sejak ia aktif tergabung dalam sebuah kolektif bernama Praciku.

Fatikha, begitu ia akrab disapa berharap, suatu saat bersama anak muda Pracimantoro, Wonogiri Jawa Tengah, ia ingin sumbangsih memajukan perekonomian setempat melalui beragam kegiatan.

Menurut Fatikha, jika bukan generasi muda di kampung halaman sendiri, siapa lagi ujung tombak yang digadang-gadang bisa membantu memajukan perekonomian masyarakat desa.

Fatikha merasa beruntung, generasi muda di kampung halamannya, semakin banyak yang mulai peduli dan memilih tetap tinggal di desa untuk membangun dengan potensi alam yang ada.

"Meskipun tantangannya berat, aku dan teman-teman berusaha pelan-pelan mewartakan potensi yang dimiliki Praci. Satu di antaranya wisata alam, misalnya Museum Karst Indonesia yang bisa jadi andalan Praci. Agenda-agenda seni dan budaya serta potensi wisata, kuliner yang ada di Praci, kami promosikan, baik melalui radio komunitas hingga media sosial. Dengan begitu, Praci bisa semakin dikenal dan dikunjungi wisatawan," ungkap Fatikha.

Diakui Fatikha, tawaran beragam profesi yang datang dari kota menjadi tantangan terbesar para generasi muda di desa. Apakah memilih merantau atau tetap tinggal untuk memajukan desa.

Fatikha memang bakal memilih merantau dulu untuk mencari pengalaman, lalu pulang kampung setelah merasa cukup.

Bakat menjadi seorang MC, adalah modal utama Fatikha melanglang buana keluar kampung halaman untuk mencari pengalaman. Setidaknya, menurut Fatikha, dengan merantau terlebih dahulu, bisa menguji mentalnya.

"Rencananya memang mau merantau dulu. Pengalaman yang didapat nantinya untuk memajukan kampung halaman. Ini lagi menyiapkan amunisi, selain MC, mau memperdalam skill lain sebagai bekal," ungkap Fatikha.

Belum lama ini, Fatikha dan para pegiat seni budaya di kampung halamannya, membuat film pendek mengangkat tradisi Rasulan yang digelar setiap tahun. Fatikha berharap, dengan semakin banyaknya tradisi atau seni budaya yang didokumentasikan untuk kemudian dipublikasikan, bisa meningkatkan kunjungan wisata ke Pracimantoro.

Menurutnya, masing-masing generasi muda memiliki potensi untuk ikut memajukan daerahnya masing-masing. Entah itu melalui talenta masing-masing maupun karya dalam bentuk apapun.

Fatikha sendiri, saat ini, merasa bisa memberi sumbangsih melalui profesinya sebagai seorang MC. Bagi Fatikha, memiliki bakat menjadi seorang MC adalah rejeki tak terhingga.

Fatikha merasa diberikan banyak pengalaman berkat job job MC yang datang kepadanya. "Kalau MC kan bisa sampai keluar kota, nah itu aku bahagia banget, karena bisa tahu kota atau daerah baru yang aku kunjungi. Selain itu, bisa menjalin relasi dengan teman-teman baru. Banyak pengalaman yang tak ternilai dan bermanfaat yang selama ini aku dapat dari MC," ujar Fatikha

Menyanyi dan Jalan Jalan
DARA kelahiran Wonogiri, 9 Januari 2001 ini menghabiskan waktu senggangnya dengan traveling atau jalan-jalan. Bagi Fatikha, jalan-jalan menjadi satu cara untuk merilis penat sekaligus mencari pengalaman. Tak hanya ke destinasi wisata, Fatikha menyempatkan jalan-jalan ke tempat-tempat yang ia anggap bisa memberi inspirasi.

Selain hobi jalan-jalan, Fatikha juga sempat aktif menyanyi dan tergabung dalam sebuah band. Bagi Fatikha, menyanyi dan menjadi MC memiliki banyak kesamaan. Di antaranya soal bagaimana bisa berkomunikasi dengan khalayak.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved