Idul Adha 2023

Hari Ini, 2.399 Hewan Kurban di Sleman Dipotong

Jumlah hewan yang dipotong sapi 1.169, kambing 259, domba 971. Titik pemotongan di Bantul ada 439.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
Shutterstock
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sebagian warga Sleman sudah merayakan Iduladha 1444 H pada hari Rabu (28/6/2023).

Pada hari pertama lebaran kurban ini ada sebanyak 2.399 hewan kurban yang telah dipotong di Kabupaten Sleman terdiri dari sapi, domba dan kambing.

Jumlah tersebut tersebar di 439 titik pemotongan. 

"Jumlah hewan yang dipotong sapi 1.169, kambing 259, domba 971. Titik pemotongan 439," kata Nawangwulan, Kepala Bidang Peternakan, Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman , Rabu petang. 

Dari ribuan hewan kurban yang dipotong tersebut, petugas pemantau menemukan sejumlah ternak menderita penyakit cacing hati atau fasciola. 

Baca juga: Warga Pules Kidul Sleman Bagi Daging Kurban Pakai Besek 

"Fasciola Sapi 7,01 persen, kambing 1,93 persen dan domba 0.31 persen," terang dia.

Daging ternak yang mengidap cacing hati masih aman dikonsumsi.

Asalkan bagian hati yang terkena cacing dibuang. 

Diketahui sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman Ir. Suparmono mengatakan, pada Iduladha tahun ini jawatannya menerjunkan ratusan petugas untuk mengawal pemotongan hewan kurban di Kabupaten Sleman .

Mereka diturunkan mulai dari pemeriksaan kesehatan hewan kurban , kesiapan sarana prasarana tempat pemotongan juga memantau kondisi daging hewan kurban setelah dipotong. 

"Untuk mengawal pelaksanaan pemotongan hewan kurban , kami mengerahkan 300an personel. Terdiri dari ASN, non-ASN dan kader Kesehatan hewan sebanyak 246 orang, Mahasiswa FKH UGM 40 orang dan dukungan dari PDHI sebanyak 30 orang yang dikoordinir oleh 14 Puskeswan," katanya. 

Suparmono mengatakan, 300 petugas tersebut diturunkan sejak tanggal 27 Juni 2023 hingga nanti tanggal 1 Juli 2023.

Baca juga: Sebanyak 300 Petugas Diturunkan Pantau Pemotongan Hewan Kurban di Sleman 

Mereka bertugas melakukan pemeriksaan ante mortem.

Pemeriksaan ini dilakukan sehari sebelum pemotongan, meliputi pemeriksaan hewan hidup untuk memastikan kesehatannya.

Kemudian kesiapan sarana dan prasarana hingga kesiapan pengelolaan limbah agar tidak menimbulkan pencemaran lingkungan dan penyebaran penyakit. 

Selanjutnya, petugas juga melaksanakan pemantauan post mortem meliputi pemeriksaan daging setelah hewan kurban dipotong.

Kegiatan pemantauan ini sembari mengedukasi dan pendampingan kepada panitia pemotongan hewan kurban untuk tetap memperhatikan prosedur penyembelihan hewan dan hasil akhir daging menjadi Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH). ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved