Contoh Naskah Khotbah Jumat
Contoh Naskah Khotbah Renungan Hari Arafah Panduan dari Kemenag
Contoh Naskah Khotbah Jumat renungan Hari Arafah Idul Adha Hari Raya Idul Adha yang juga adalah musim ibadah Haji
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
Tribunjogja.com - Contoh Naskah Khotbah Jumat renungan Hari Arafah.
Berikut adalah “Renungan Hari Arafah dan Pengakuan Keterbatasan Diri” oleh Atropal Asparina yang dilansir Tribunjogja.com dari Naskah Khotbah Jumat laman simbi.kemenag.go.id
Jamaah Jum’at rahimakumullah
Marilah bersama-sama meningkatkan dan memperbaiki keimanan dan ketaqwaan kepada Allah.
Sebab, tiada yang lebih baik dan pantas bagi kita makhluk yang serba terbatas ini, kecuali terus memperbaiki diri dengan cara taqarrub kepada Allah dan menyadari keagungan Allah swt.
Semoga kita semua terus dilimpahi kekuatan dan keistiqamahan di dalamnya. Amin.
Mengingat nuansa dan momen Hari Raya Idul Adha yang juga adalah musim ibadah Haji, terdapat satu hari yang memberi banyak pelajaran dan mendorong kita merenungkannya. Hari itu, adalah hari Arafah.
Bagi yang sedang melaksanakan ibadah Haji, hari Arafah yang jatuh pada tangal sembilan (9) Dzjulhijjah, merupakan saat-saat wukuf(berdiam diri sambil berdoa dan dzikir) penuh perjuangan di teriknya Padang Arafah, sekaligus momen paling mengharukan karena di sana masyarakat Muslim dari seantero dunia berdoa kepada Allah dengan genangan air mata dan keringat, demi menunaikan rukun pokok ibadah Haji.
Adapun bagi saudara muslim yang tidak melaksanakan ibadah Haji, hari Arafah adalah hari di mana orang-orang tetap semangat menjalankan ibadah puasa, meski kadar anjurannya tidak sampai derajat wajib.
Karenanya, baik untuk yang sedang wukuf di Padang Arafah atau bagi yang melaksanakan puasa sunah hari Arafah.
Baca juga: BACAAN Doa Niat Puasa Arafah 9 Dzulhijah, Ibadah Penghapus Dosa Setahun
Jamaah Jum’at rahimakumullah
Dalam Islam, tidak ada hari yang buruk, semuanya adalah baik.
Tetapi uniknya, dalam Islam terdapat hari-hari yang baik keseluruhan atau sebagian waktunya, mempunyai keistimewaan khusus termasuk keistimewaan hari Arafah yang merupakan rahmat dari Allah Swt, sebagaimana
tertera dalam sabda Rasulullah saw.
“Tidak ada hari di mana Allah ‘Azza wa Jalla membebaskan hamba dari neraka lebih banyak daripada hari Arafah, dan sungguh Dia mendekat lalu membanggakan mereka di depan para malaikat dan berkata: Apa yang mereka inginkan?” (H.R. Muslim)
Dalam hadits yang lain, Nabi saw. bersabda
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Contoh-Naskah-Khotbah-Renungan-Hari-Arafah-Panduan-dari-Kemenag.jpg)