Antisipasi Kekeringan di Kemalang, Pemkab Klaten Buat Sumur Dalam
Pembuatan sumur dalam diharapkan mampu memberi manfaat bagi ratusan kepala keluarga (KK) yang terancam kekeringan di desa-desa di lereng Gunung Merapi
Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Bupati Klaten, Sri Mulyani mengatakan jika pihaknya telah meminta PDAM untuk membuat sumur dalam guna mengantisipasi kekeringan di wilayah kecamatan Kemalang pada musim kemarau tahun ini.
Diharapkan, pembuatan sumur dalam ini mampu memberi manfaat bagi ratusan kepala keluarga (KK) yang terancam kekeringan di desa-desa di lereng Gunung Merapi itu.
"Yang pasti Kemalang, wilayah itu jadi langganan kekeringan karena kondisi itu menjadi perhatian khusus kami," ucap Sri Mulyani pada wartawan di Halaman Masjid Raya Klaten, Senin (19/6/2023).
Ia mengatakan, untuk mengatasi kekeringan atau kesulitan air bersih di kecamatan Kemalang, ia melalui APBD dan OPD terkait selalu menganggarkan bantuan kekeringan.
"Tahun ini saya minta PDAM membuat sumur dalam di wilayah Kemalang. Titiknya di Kendalsari atau dimana itu, tapi anggarannya cukup besar," ucapnya.
Nanti, lanjut Sri Mulyani, sumur dalam itu bisa bermanfaat bagi sekitar 300 kepala keluarga di daerah Kemalang itu.
"Ini program, saya minta ke PDAM realisasi ke wilayah sana. Tahun depan juga. Kalau buat sumur bor di sana hampir Rp300 juta sampai Rp500 juta. Ada penyambungan pipa dari Kali Bebeng juga untuk atasi air bersih," ucapnya.
Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik, BPBD Klaten, Rujedi Endro Suseno, mengatakan jika sampai saat ini baru satu desa yang meminta bantuan air bersih ke pihaknya.
"Baru Desa Tlogowatu, Kecamatan Kemalang yang minta bantuan. Kita salurkan empat tangki di sana," jelasnya.
Meski begitu, kata dia, pada musim kemarau tahun ini, terdapat 7 kecamatan dari 26 kecamatan di Klaten yang berpotensi mengalami kekeringan.
Jumlah itu kata dia sudah berkurang bila di banding tahun lalu yang berjumlah 11 kecamatan.
"Sekarang ada tujuh yang berpotensi kekeringan. Kemarin ada sebelas kecamatan. Berkurangnya ini karena sudah punya Pamsimas dan bantuan lainnya," ungkap dia.
Adapun tujuh kecamatan itu yakni, kecamatan Kemalang, Jatinom, Karangnongko, Bayat, Manisrenggo, Cawas dan Karangdowo.
"Kalau Karangdowo ini, sebenarnya tidak kekeringan tapi ada di beberapa desa yang airnya keruh dan tak layak konsumsi sehingga diberi bantuan," imbuh dia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Bupati-Klaten-Sri-Mulyani-Senin-1962023.jpg)