Berita Gunungkidul Hari Ini
Petani di Gunungkidul Lakukan Berbagai Cara Basmi Hama Bawang Merah
Hama ulat hingga lalat kini tengah menyerang tanaman bawang merah milik petani di Gunungkidul. Berbagai upaya mereka lakukan agar pertumbuhan bawang
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Hama ulat hingga lalat kini tengah menyerang tanaman bawang merah milik petani di Gunungkidul. Berbagai upaya mereka lakukan agar pertumbuhan bawang merah tak terganggu.
Warjiyanto, petani di Pedukuhan Blimbing, Kalurahan Karangrejek, Wonosari harus turun ke ladang tiap sore hari. Sebab hama yang disebut Ulat Grayak tersebut harus dibasmi secara manual.
"Sebab ulat ini baru keluar saat sore dan malam hari," jelasnya, Rabu (14/06/2023).
Baca juga: Perbarindo DIY Sebut Ada 14 BPR Yang Belum Memiliki Modal Minimum Rp6 Miliar
Warjiyanto pun membasmi ulat tersebut secara manual. Ulat yang muncul ia ambil satu per satu dengan tangan baru dibasmi.
Ulat grayak memiliki bentuk yang halus dan berwarna hijau. Saat sore hari, ulat tersebut akan keluar dari dalam daun bawang merah yang jadi persembunyiannya.
Dampak ulat ini pun tak main-main, sebab pertumbuhan bawang merah bisa tidak optimal. Ukurannya pun bisa menyusut.
"Yang pasti produktivitasnya bisa turun," kata Warjiyanto.
Ulat Grayak ini sudah menyerang sekitar 10 persen dari total tanaman bawang merah miliknya. Adapun lahan yang dimanfaatkan luasnya sekitar 400 meter persegi.
Warjiyanto mengatakan potensi gagal panen jika serangan hama ini tidak ditangani dengan serius. Apalagi serangan kali ini diklaim lebih masif dibanding sebelumnya.
"Kemungkinan karena pengaruh cuaca juga, basmi pakai obat pun juga kurang mempan," ujarnya.
Petani setempat juga dipusingkan dengan serangan hama Lalat Grandong. Botol mineral bekas yang dilapisi lem perangkap pun dipasang untuk menangkap lalat tersebut.
Sumadi, petani bawang merah lainnya juga mengatakan jika membasmi Ulat Grayak cukup sulit. Meski ia sudah menggunakan obat pembasmi.
"Sebab ulatnya bersembunyi di bagian dalam daun, jadi susah dibasmi walau pakai obat," jelasnya.
Sejauh ini, pembasmian dilakukan secara manual. Para petani pun mengaku belum melaporkan masalah ini ke Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul. (alx)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Ulat-Grayak-yang-terlihat-di-pucuk-daun-bawang-merah.jpg)