Dies Natalis ke-44 STIA AAN, Seimbangkan Ilmu dan Budi Luhur Mahasiswa

Pada usia 44 tahun ini, diharapkan STIA AAN bisa memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan masyarakat, manusia, bangsa dan negara.

|
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Gaya Lufityanti
Tribunjogja.com/Ardhike Indah
Dies Natalis ke-44 STIA AAN Yogyakarta di Kampus STIA AAN Yogyakarta, di Jalan Blunyah Gede, Blunyahrejo, Karangwaru, Tegalrejo, Yogyakarta, Rabu (14/6/2023) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) AAN Yogyakarta menggelar upacara Dies Natalis ke-44 di Kampus STIA AAN di Jalan Blunyah Gede, Blunyahrejo, Karangwaru, Tegalrejo, Yogyakarta, Rabu (14/6/2023).

Upacara tersebut diisi oleh laporan tahunan Ketua STIA AAN Yogyakarta, Happy Susanto, S.Sos., M.A., M.P.A dan orasi ilmiah dengan tema Penanggulangan Pandemi Covid-19 di Indonesia Melalui Kebijakan Daerah dengan Kearifan Lokal dan Wawasan Nusantara oleh Dra. Bernadeta Nefo Eka Wijayanti, M.Si.

Pada kesempatan itu, Bernadeta mengatakan penanggulangan pandemi Covid-19 di Indonesia berbasis kearifan lokal.

Sebut saja di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat memanfaatkan program desa tangguh, jogo tonggo atau menjaga tetangga serta keselarasan dengan alam semesta.

Tidak hanya di Jawa, di pulau lain, seperti Bali, pengelolaan dana desa adat diefektifkan demi menanggulangi pandemi yang terjadi di seluruh dunia itu.

Ketua STIA AAN Yogyakarta, Happy Susanto, S.Sos., M.A., M.P.A berharap, di usia 44 tahun ini, STIA AAN bisa memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan masyarakat, manusia, bangsa dan negara.

“Kami akan fokus pada pengembangan Ilmu Administrasi Publik di bidang ilmu, teknologi digital dan budi luhur. Harapannya, di era revolusi 4.0 dan society 5.0 ini, lulusan bisa lebih inovatif dalam pengembangan ilmu teknologi dan administrasi publik serta memiliki etika yang baik,” tuturnya kepada Tribun Jogja seusai upacara.

Selain itu, STIA AAN Yogyakarta juga mengembangkan beberapa program yang inovatif menggunakan media teknologi digital dan menyesuaikan perkembangan zaman.

“Kami berupaya mengembangkan kerja sama dengan instansi pemerintah, swasta dan lembaga organisasasi sosial agar bisa lebih dikenal masyarakat,” terangnya.

Pada tahun ini, kata dia, STIA AAN Yogyakarta melakukan inovasi pengembangan perkuliahan akademik berkolaborasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) agar mahasiswa sadar untuk berliterasi dengan baik.

Dalam upacara Dies Natalis ke-44 ini, STIA AAN Yogyakarta juga melepas dosen dan tenaga pendidikan (tendik) yang purna tugas.

Mereka adalah Drs. Tjihno Windryanto, M.Si dan Yani Dwi Rahayu, S.I.P.

Tjihno mengungkap, selama 39 tahun mengajar di STIA AAN Yogyakarta, dia merasa kampus di bawah Yayasan Notokusumo itu memiliki potensi yang besar.

“Kampus ini memiliki ciri khas yang berbeda dari yang lain. STIA AAN Yogyakarta sudah meningkatkan kemampuan mahasiswanya dalam hal manajemen publik berbasis IT,” jelas dia.

Ia berharap, lulusan STIA AAN Yogyakarta benar-benar bisa berkibar dan berkarya di tempat kerja serta mengembangkan diri sebagai pejabat administrasi publik berkarakter positif.

Sementara, Ketua Yayasan Notokusumo, Drs. H. Samudro Tjondronegoro, M.Hum meminta STIA AAN Yogyakarta bisa bekerja sama dengan instansi di dalam maupun luar negeri untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa.

“Mahasiswa di generasi Z ini adalah orang-orang pintar sehingga kampus pun harus terus beradaptasi dengan perubahan zaman,” tutur dia. (ard)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved