Info Prakiraan Cuaca

Prakiraan Cuaca Selasa 13 Juni 2023, Hujan Lebat Diprediksi Guyur 22 Provinsi

hujan dengan intensitas lebat disertai angin kencang dan petir diprediksi akan mengguyur 22 provinsi pada hari ini.

Tayang:
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
Tribunnews
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan masih akan turun di sejumlah daerah pada hari ini.

Berdasarkan ramalan cuaca yang dirilis oleh BMKG di laman web.meteo.bmkg.go.id, hujan dengan intensitas lebat disertai angin kencang dan petir diprediksi akan mengguyur 22 provinsi pada hari ini.

Kemudian 5 provinsi lainnya diprediksi akan diguyur hujan yang dapat disertai angin kencang dan petir.

Sementara 1 provinsi lainnya diprediksi akan diguyur hujan yang dapat disertai angin kencang dan petir.

BMKG pun sudah mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem di 28 provinsi yang berpotensi turun hujan dan angin kencang tersebut.

Warga yang berada di wilayah yang berpotensi terjadi cuaca ekstrem diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan.

Menurut BMKG, potensi cuaca ekstrem di 28 provinsi pada hari ini dipicu oleh kemunculkan bibit siklon tropis 99W di Laut China Selatan sebelah timur Pulau Hainan dengan kecepatan angin maksimum mencapai 15 knot (27 km/jam) dan tekanan udara 1004.2 hPa.

Bibit ni bergerak ke Timur - Timur Laut, dan dalam 24 jam ke depan diprakirakan potensi untuk tumbuh menjadi siklon tropis dalam 24 jam kedepan berada dalam kategori Rendah.

Bibit ini membentuk daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi), dan daerah pertemuan angin (konfluensi) di Laut Cina Selatan Sebelah Timur Vietnam.

Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar siklon tropis dan di sepanjang daerah low level jet/konvergensi/konfluensi tersebut.

Kemudian Sirkulasi siklonik terpantau di Pesisir Barat Sumatra Utara dan Samudra Pasifik UTara Papua Barat yang membentuk daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) memanjang dari Pesisir Barat Sumatra Barat hingga Samudra Hindia Barat Sumatra Utara.

Lalu dari Papua Barat hingga Samudra Pasifik Utara Papua Barat serta daerah pertemuan angin (konfluensi) di Pesisir Barat Sumatra Barat, dan Samudra Pasifik Utara Teluk Cendrawasih.

Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi/konfluensi tersebut.

Daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) terpantau memanjang dari Laut Andaman hingga Pesisir Barat Thailand, Laut Cina Selatan, Laut Filipina, Pesisir Barat Aceh hingga Aceh Bagian Utara, dari Kalimantan Timur hingga Kalimantan Utara, di Laut Sulawesi,

dari Laut Banda hingga Teluk Bone, dari Laut Aru ke Laut Seram, dari Papua Tengah hingga Papua Barat, serta daerah pertemuan angin (konfluensi) di perairan barat Sumatera, Samudera Hindia Selatan NTT hingga Barat Daya Banten, Laut Cina Selatan, Laut Banda, Laut Flores hingga Laut Jawa, dan Laut Arafuru hingga Laut Aru.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved