Peluru Karet Luncurkan EP 'Urban'
Band asal Yogyakarta, Peluru Karet, belum lama ini meluncurkan EP yang berisi beberapa track lagu dengan tajuk 'Urban' di bawah naungan Demajors
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Band asal Yogyakarta, Peluru Karet, belum lama ini meluncurkan EP yang berisi beberapa track lagu dengan tajuk 'Urban' di bawah naungan Demajors Record.
Dalam EP 'Urban' yang sudah beredar di seluruh platform digital, Peluru Karet turut serta melibatkan beberapa musisi dari Yogyakarta diantaranya Roby Setiawan (FSTVLST), Ika Zidane (Havinhell), Aamaga (The Melting Minds) dan Rapper Don Prawiro.
Selain itu, Peluru Karet juga memasukkan budaya unsur Jawa, seperti lantunan sinden Ria Pamungkas, Pranatacara Pak Hartanto, serta beat Jaranan dan kendang dari Don Prawiro.
Baca juga: Disdikpora Bantul Buka Posko PPDB 2023 Hingga 21 Juni 2023
"Dengan membawa gaya atau genre musik Rap Rock serta tambahan berbagai improvisasi Experimental di dalamnya, kami harap ini bisa jadi daya tarik bagi penikmat musik secara luas terutama kawula muda," kata Dimas Budi Satya alias Dimek.
Sedikit flashback, Peluru Karet terbentuk dari kegelisahan Dimek yang juga ex drummer/perkusi band experimental "Zoo".
Kegelisahan Dimek terhadap maraknya kekerasan jalanan dan kesenjangan sosial lalu direspon oleh rapper Muhammad Ibnu Kurniawan dari group rap “Dirty Connection” serta Muhammad Aldy dari Experimental Noise.
Tepat 1 Mei 2022 akhirnya 3 musisi ini sepakat menggarap lagu Rap dengan sentuhan musik Rock Alternative era 90an dan musik experimental dengan alat yang dibuat oleh Dimek memanfaatkan barang-barang rongsok atau sampah.
"Berangkat dari keresahan terhadap permasalahan masyarakat dan kerusakan moral manusia, maka kami melalui sebuah karya musik bertemakan Urbanisasi dan Kerusakan Moral Manusia ini kami merilis Urban," jelas Dimek.
Harapan Peluru Karet, karya-karya mereka bisa menjadi pengingat agar timbulnya empati masyarakat terhadap kepekaan sosial dari permasalahan yang ada.
Selain itu, juga sebagai kritik terhadap umat manusia atas kerusakan moral yang telah terjadi. (Han)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-yogyakarta_20180911_145553.jpg)