Berita Sleman Hari Ini
Tercatat 7 Siswa SMP di Sleman Tidak Lulus Sekolah, Ini Penyebabnya
Ribuan pelajar tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Sleman telah menerima kabar kelulusan. Sebanyak 7 siswa dinyatakan tidak lulus seko
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Ribuan pelajar tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Sleman telah menerima kabar kelulusan. Sebanyak 7 siswa dinyatakan tidak lulus sekolah pada tahun 2023 ini.
Penyebabnya, ada yang sakit dan tidak bisa mengikuti pembelajaran di sekolah. Ada juga yang berperilaku buruk dan kurang dari standar kelulusan.
Mereka yang belum lulus tahun ini disarankan mengulang ataupun mengejar program paket B.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Ery Widaryana mengatakan SMP Negeri-Swasta di Kabupaten Sleman berjumlah 122 sekolah dengan jumlah murid sebanyak 13.172 siswa.
Dari jumlah tersebut 13.165 siswa dinyatakan lulus sekolah tahun 2023 ini.
Baca juga: Polisi Ringkus Pelaku Pembobol Mesin ATM di Kota Yogyakarta, Korban Merugi Rp30 Juta
"Jadi yang belum lulus ada 7 anak," kata Ery, Jumat (9/6/2023).
Ketujuh siswa yang dinyatakan tidak lulus berasal dari beberapa sekolah.
Rinciannya, satu siswa dari SMP Negeri 1 Depok. Pelajar tersebut tidak lulus karena sudah lama sakit dan tidak bisa mengikuti pembelajaran di sekolah.
Kemudian, dua siswa lainnya dinyatakan tidak lulus dari SMP swasta di Kapanewon Depok.
Kedua siswa dinyatakan tidak lulus karena nilai perilakunya C padahal di sekolah tersebut syarat kriteria kelulusan minimal harus berperilaku B.
Lalu, di SMP Negeri 3 Turi ada satu siswa yang dinyatakan tidak lulus. Pelajar yang bersangkutan tidak lulus karena sudah lama tidak masuk sekolah bahkan keberadaannya tidak diketahui. Akhirnya atas permintaan orang tua mengundurkan diri.
"Jadi sudah dicari, diupayakan namun tidak ketemu. Kemudian orangtuanya memutuskan mengundurkan diri," jelas Ery.
Selanjutnya, SMP Kanisius Kalasan ada satu siswa yang dinyatakan tidak lulus. Pelajar tersebut dinyatakan tidak lulus karena sering tidak mengikuti program pembelajaran yang ada di sekolah.
Bahkan ketika dicari susah. Begitu juga satu siswa di SMP IT Ibnu Abbas. Satu siswa tidak lulus karena susah dicari dan tidak mengikuti pembelajaran di sekolah.
Terakhir, satu siswa tidak lulus ada di SMP swasta di Kapanewon Kalasan. Penyebab tidak lulus karena siswa tersebut tidak mengikuti keseluruhan program di sekolah.
"Jadi tidak mengikuti evaluasi, termasuk tes ataupun kegiatan asesmen yang diselenggarakan sekolah. Kemudian sudah lebih dari 3 bulan tidak hadir tanpa keterangan. Sehingga banyak nilai yang kosong," katanya.
Ketujuh siswa yang tahun ini tidak lulus menjadi catatan dan evaluasi Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman.
Menurut Ery, pihaknya akan mendorong kepada sekolah yang memiliki permasalahan terhadap keaktifan siswanya untuk lebih mengefektifkan pendampingan terutama koordinasi dengan orangtua murid.
Adapun bagi siswa yang belum lulus, Disdik Sleman mendorong agar sekolah melacak kemudian memotivasinya untuk bisa melanjutkan. "Jika tidak ingin melanjutkan di sekolah formal maka bisa diminta melanjutkan sekolah non formal seperti paket B. Nantinya sama saja," kata dia.
Plt Kepala SMP Negeri 1 Depok, Supriyana saat dikonfirmasi membenarkan bahwa ada satu siswa di sekolahnya yang dinyatakan tidak lulus pada tahun 2023 ini.
Menurut dia, dari jumlah 190 siswa yang duduk di kelas IX hanya satu yang dinyatakan tidak lulus. Siswa tersebut tidak lulus karena sudah tidak mengikuti pembelajaran selama satu semester. Bahkan tidak mengikuti ujian.
"Iya. Satu siswa tidak lulus. Perempuan. Tidak lulus karena yang bersangkutan sudah tidak mengikuti pembelajaran selama satu semester. Di semester genap sejak bulan Januari, karena sakit," kata dia. (rif)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ilustrasi-berita-pendidikan.jpg)