Berita Kota Yogya Hari Ini

Hadirkan Codephoria, Museum Sandi Buka Sampai Malam

Museum Sandi menghadirkan Codephoria, layanan museum buka hingga malam hari. Namun layanan museum buka malam hari tersebut dikhususkan pada hari Jumat

Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/Christi Mahatma Wardhani
Pengunjung melihat koleksi museum di Museum Sandi, Jumat (26/05/2023) 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Museum Sandi menghadirkan Codephoria, layanan museum buka hingga malam hari. Namun layanan museum buka malam hari tersebut dikhususkan pada hari Jumat. 

Jika sebelumnya jam operasional Museum Sandi dibuka pada pukul 09.00-15.00, khusus hari Jumat akan beroperasi mulai 15.00-21.00.

Kepala Museum Sandi, Setyo Budi Prabowo mengatakan Codephoria bertujuan untuk mengembalikan suasana Indische pada malam hari hingga garden city. 

Baca juga: Pemkot Magelang Janji Bakal Perbaiki Selokan Air di Jurangombo  Selatan yang Rentan Terkena Banjir

Selain itu, juga untuk memberikan wadah bagi komunitas-komunitas yang ada di Yogyakarta. 

"Codephoria, berasal dari kata code atau kode dan phoria yang berarti senang, ditambah lagi Museum Sandi ini juga dengan Kali Code. Jadi bersenang-senang dengan kode dk dekat kali Code,"katanya, Jumat (26/05/2023). 

"Tadi dibuka dengan afternoon tea, kemudian ada beberapa komunitas yang meramaikan soft launching Codephoria, Museum Sandi buka malam hari. Ada komunitas cat air yang akan menampilkan lukisan Kotabaru, ada Perempuan Berkebaya, juga komunitas rajut dan ecoprint, dan lain-lain,"lanjutnya.

Ke depan pihaknya akan konsisten memberikan wadah bagi komunitas-komunitas untuk beraktivitas di Museum Sandi

Setyo mengungkapkan Museum Sandi merupakan satu-satunya kriptologi di Asia, yang berisi koleksi replika perjalanan sandi sebelum masehi hingga sandi yang dulu digunakan Indonesia. Termasuk sejarah mesin sandi buatan luar negeri. 

Total ada sekitar 136an koleksi tersimpan di museum yang terletak di Jalan Faridan Muridan Noto 21 Kotabaru, Yogyakarta.

Menurut dia kehadiran Codephoria akan menghadirkan perbedaan bagi pengunjung, khususnya atmosfer museum. 

"Tentu kalau malam hari atmosfernya akan berbeda dengan siang hari. Sebagai garden city, tentu pengunjung bisa menikmati taman dengan nyaman, yang mungkin tidak bisa dirasakan saat berkunjung siang hari karena panas," terangnya. 

Ia berharap Codephoria juga bisa mendongkrak jumlah kunjungan ke Museum Sandi. Pasalnya jumlah kunjungan merosot sejak pandemi COVID-19. 

"Sebelum pandemi bisa mencapai 30ribu pengunjung per tahun, tetapi selama pandemi hanya 3ribu saja. Tahun kemarin sudah ada peningkatan di angka 6ribu. Harapannya Codephoria juga bisa mendongkrak jumlah kunjungan. Mumpung masih nol rupiah," pungkasnya. (maw) 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved