Tips Merawat Kulit Saat Musim Kemarau Tiba

Kelembapan udara meningkat saat musim kemarau membuat setiap orang rentan mengalami permasalahan kulit.

Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Gaya Lufityanti
Shutterstock
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Musim kemarau di Indonesia baik itu khususnya di wilayah DI Yogyakarta pada 2023, diprediksi oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika akan lebih panas daripada tahun sebelumnya.

Bahkan dapat membuat kelembapan udara meningkat.

Ketua Divisi Dermato Alergologi Dapartemen Darmantologi dan Venereologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada , Fajar Waskito, menyebut, kondisi itu akan membuat setiap orang rentan mengalami permasalahan kulit, berupa peradangan pada kulit yang ditandai dengan munculnya ruam merah di kulit dan terasa gatal atau yang kerap dikenal dengan istilah medis berupa eksim.

"Kasus semacam itu besar sekali terjadi kepada orang-orang di Indonesia. Secara dominan, tentu akan mudah mengenai orang-orang yang sudah cukup usia atau diatas usia 40 tahun. Jadi biasanya akan menjadi kering dan tidak stabil. Di mana kulitnya akan pecah-pecah," ucapnya kepada Tribunjogja.com melalui sambungan telepon, Selasa (23/5/2023).

Baca juga: 5 REKOMENDASI MEREK Serum untuk Mencerahkan Kulit

Sementara itu, ia menilai untuk anak-anak remaja, umumnya penyakit eksim itu relatif tidak mudah terjadi menimbang elastisitas kulit anak remaja yang masih kuat dan mudah untuk melakukan regenerasi kulit.

"Artinya kalau anak-anak remaja itu tidak pernah mengalami penyakit eksim, maka mereka bisa beradaptasi dengan iklim yang ada. Hal itu juga sesuai dengan tumbuh kembang anak," papar Fajar.

Sebagai antisipasi penyakit eksim bagi anak remaja maupun orang dewasa, Fajar menyarankan kepada setiap orang untuk tidak membiasakan diri mandi berulang kali dalam satu hari.

"Orang dalam kondisi cuaca panas itu banyak seperti itu, mandi berulang kali dalam satu hari karena cuaca panas. Cuma, masalah seperti itu akan menimbulkan kulit menjadi kering. Apalagi kalau kulit itu digosok dengan sabun mandi dan mandinya menggunakan air hangat, jadi itu rentan sekali terkena penyakit eksim," tutur Fajar.

Menurutnya, apabila hal tersebut diterapkan, maka lapisan minyak pada permukaan kulit akan semakin larut dan menimbulkan kulit kering.

Sehingga penyakit eksim akan mudah muncul dan menyerang orang tersebut.

"Jangan gara-gara udaranya panas trus mandi sampai lima kali dalam sehari. Mandi sewajarnya saja. Seperti biasa. Kalau biasa mandi dua kali sehari ya saat musim kemarau juga seperti itu," saran dia.

Setelah itu Fajar menyarankan, apabila orang-orang telah selesai mandi dapat langsung menggunakan lotion di bagian tubuh secara merata.

Baca juga: Tanda-tanda Penyakit Autoimun, Kulit Sering Terasa Sangat Gatal

"Cara pakai yang benar, setiap kali habis mandi sebisa mungkin air yang masih menempel di badan langsung ditimpa lotion. Jangan tunggu air terlalu kering di badan baru pakai lotion. Tujuannya apa?  biar kulit tetap terjaga kelembapannya," pesan Fajar.

"Tapi, kalau nantinya orang itu sudah terkena penyakit eksim yang parah, tentu pengobatan yang paling utama adalah terapi untuk antiradangnya. Kemudian, penerapan antisipasi untuk tidak terlalu terkena air atau berendam di air," imbuhnya.

Selanjutnya ia menyarankan kepada orang yang terkena penyakit eksim dapat menggunakan krim kulit sesuai resep dokter.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved