Program Bela dan Beli Kulonprogo Sukses, Karanganyar Ingin Tiru Program Serupa

Program inipun disebut mampu menurunkan angka kemiskinan hingga 8 persen dalam dua tahun implementasinya.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Muhammad Fatoni
Dok. Istimewa
Direktur IIBF sekaligus Kordinator Gerakan Beli Indonesia wilayah Jateng-DIY, Ahmad Nur Sodik 

TRIBUNJOGJA.COM - Indonesian Islamic Business Forum (IIBF) pernah berkolaborasi dengan Pemkab Kulon Progo dalam program Bela dan Beli.

Program inipun disebut mampu menurunkan angka kemiskinan hingga 8 persen dalam dua tahun implementasinya.

Demikian disampaikan direktur Indonesian Islamic Business Forum (IIBF), Ahmad Nur Sodik.

"Sebagaimana pernah dijalankan sebelumnya, IIBF berkolaborasi dengan Pemda Kulonprogo dalam mensukseskan Program Bela dan Beli Kulonprogo yang berhasil menurunkan kemiskinan hingga 8 persen dalam dua tahun implementasinya," tuturnya, di Sleman, Selasa (23/5/2023).

Menilik kesuksesan implementasi program Bela Beli di Kulon Progo, program serupa pun bakal dilakukan di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Ahmad Nur Sodik pun mengapresiasi Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Bela Beli yang diusulkan oleh DPRD Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

"IIBF mendukung inisiatif ini. Karena pemulihan ekonomi nasional harus dimulai dari tingkat lokal dan dengan mendorong kesadaran masyarakat untuk memprioritaskan produk-produk dalam negeri," imbuh Sodik.

Koordinator Gerakan Beli Indonesia Wilayah Jateng-DIY ini menambahkan, Raperda Bela Beli Karanganyar memiliki tujuan utama untuk memprioritaskan produk-produk anak bangsa dalam pembelian dan pengadaan oleh pemerintah daerah, perusahaan dan masyarakat umum.

"Melalui langkah ini, Pemerintah Kabupaten Karanganyar berupaya mendorong pertumbuhan sektor ekonomi lokal, meningkatkan daya saing pelaku usaha lokal, serta menciptakan iklim investasi yang kondusif bagi pengembangan bisnis di wilayah tersebut," ungkapnya.

Menurut Sodik menyatakan, Raperda Bela Beli Karanganyar, merupakan langkah progresif dalam memperkuat ekonomi pelaku usaha dalam negeri.

Inisiatif ini juga sejalan dengan misi Gerakan Beli Indonesia, platfom perjuangan ekonomi yang diusung IIBF untuk mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya membeli produk dalam negeri sehingga potensi ekonomi dalam negeri menjadi kekuatan bagi anak-anak bangsa sendiri.

"Kami berharap langkah ini dapat menjadi contoh yang menginspirasi pemerintah daerah lainnya untuk mengadopsi kebijakan serupa," ucapnya

Dirinya mengajak seluruh lapisan masyarakat dan pihak terkait untuk mendukung Raperda Bela Beli Karanganyar menjadi Peraturan Daerah.

"Dalam Raperda Bela Beli Karanganyar memberikan kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk tumbuh dan berkembang dengan memberikan prioritas dalam pengadaan barang dan jasa," ungkap Sodik.

Ia menjelaskan, Gerakan Beli Indonesia dan IIBF siap berperan sebagai mitra strategis bagi pemerintah daerah dalam menyediakan dukungan, pendampingan, serta promosi produk-produk lokal di Kabupaten Karanganyar.

IIBF, lanjutnya, juga akan berkontribusi dalam upaya meningkatkan kualitas dan daya saing produk lokal melalui pelatihan, workshop, dan program pengembangan bisnis. (*)

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved