Ada 48 Kasus Aktif Covid-19 di Klaten, Ini Penjelasan Sekda
Sekda Klaten meminta warga untuk tetap disiplin menjaga kebersihan meski organisasi kesehatan dunia (WHO) mengakhiri status darurat Covid-19
Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Sebaran kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah masih fluktuatif.
Hingga Minggu (7/5/2023), Pemkab setempat mencatat ada 48 kasus aktif di daerah itu.
Untuk itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Klaten, Jajang Prihono meminta warga untuk tetap disiplin menjaga kebersihan meski organisasi kesehatan dunia (WHO) mengakhiri status darurat Covid-19.
"Meski WHO mencabut bukan berarti kasus Covid-19 selesai atau menjadi sesuatu yang tidak berbahaya," ujar Jajang saat TribunJogja.com temui di Pemkab Klaten, Senin (8/5/2023).
Ia mengatakan, kasus Covid-19 masih perlu untuk diwaspadai sebab hingga data Minggu (7/5/2023) di Klaten masih terdapat 48 kasus aktif Covid-19.
Kasus sebanyak 48 pasien positif ini tersebar di 18 kecamatan dari total 26 kecamatan yang ada di Kabupaten Klaten.
"Ini yang kita percepat booster, di puskesmas masih ada, bisa booster secara gratis," ulasnya.
Ia menerangkan, 48 kasus ini, sebagian besar menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah masing-masing.
Puluhan warga yang terpapar virus korona itu, diklaim dalam keadaan sehat.
"Imbauan kita, masyarakat tetap patuhi protokol kesehatan. Ini sudah menurun dengan kemarin, pekan laku sempat 57 kasus aktif, sekarang 48 kasus," paparnya.
Sebelumnya, Sekretaris Dinkes Klaten, Anggit Budiarto, mengatakan, kasus aktif Covid-19 itu rata-rata terdeteksi saat pasien melakukan cek kesehatan di rumah sakit.
"Untuk Kabupaten Klaten kasus memang naik turun, kasus-kasus aktif ini terdeteksi di rumah sakit saat pasien cek kesehatan," ujarnya.
Ia mengatakan, menurutnya, rata-rata pasien yang terdeteksi itu memiliki penyakit penyerta, lalu berobat ke rumah sakit.
Saat dilakukan skrinning Covid-19 ternyata ada yang positif sehingga dilakukan penelusuran lanjutan.
"Angka kasus kematian yang ada juga karena ada sakit penyerta, kebanyakan yang lansia," ulasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Sekretaris-Daerah-Sekda-Klaten-Jajang-Prihono.jpg)