Berita Sleman Hari Ini
Persiapan Hadapi Musim Kemarau, Pemkab Sleman Siapkan Bantuan Pompa hingga Sumur Dangkal
Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman telah menyiapkan program bantuan bagi petani berupa pompa hingga sumur dangkal.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Wilayah Kabupaten Sleman diperkirakan akan mulai memasuki musim kemarau di dasarian pertama bulan Mei 2023.
Prediksi BMKG menyebut musim kemarau tahun ini akan disertai fenomena El Nino, di mana diperkirakan akan lebih kering dari tahun sebelumnya.
Mengantisipasi hal itu, Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman telah menyiapkan program bantuan bagi petani berupa pompa hingga sumur dangkal.
"Proses pengadaan pompa air sudah selesai. Barangnya sudah ada dan tinggal dibagikan kepada petani. Ada 53 unit pompa air," kata Kepala DP3 Sleman, Ir. Suparmono, Minggu (7/5/2023).
Menurut dia, informasi dari BMKG Yogyakarta, musim kemarau akan berlangsung selama 18 hingga 19 dasarian.
Puncaknya terjadi pada bulan Juli - Agustus dan akan berakhir pada dasarian 3 bulan Oktober 2023.
Selain bantuan pompa, pihaknya juga telah menyiapkan program bantuan yang bersumber dari anggaran DAK Fisik Pertanian berupa pembangunan Irigasi Air Tanah Dangkal (IATD), yaitu sumur bor dengan kedalaman 30 meter.
Kemudian sumur ladang atau pantek dengan kedalaman 15 meter.
Program tersebut disiapkan untuk membantu komoditas tanaman pangan sebanyak 2 unit IATD dan 25 unit sumur ladang.
Lalu komoditas hortikultura disiapkan bantuan 10 unit sumur ladang. Sementara bagi sektor peternakan disiapkan 3 unit IATD.
"Kami berharap bantuan- bantuan ini akan meringankan petani dalam upaya mempertahankan tanaman bisa tumbuh dan mendapatkan panen yang optimal," katanya.
Percepat Tanam
Selain menyiapkan bantuan pompa dan sumur, Suparmono mengimbau kepada petani di Kabupaten Sleman agar mempercepat panen dan masa tanam padi sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau.
Imbauan percepatan tanam setelah panen padi dilakukan agar petani bisa optimal memanfaatkan sisa-sisa curah hujan yang masih turun.
Sejauh ini, gerakan percepatan tanam yang diperluas untuk semua wilayah UPTD B4 ini dinilai berhasil dilakukan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-sleman_20180731_185753.jpg)