K-Win, Kawin Silang Honda Win 100 dan Kawasaki Ninja 150
Bukan rahasia lagi saat ini pamor motor-motor lawas kembali naik daun seperti Vespa, Honda CB, Yamaha RX-King. Akan tetapi, di luar nama-nama tersebut
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM - Bukan rahasia lagi saat ini pamor motor-motor lawas kembali naik daun seperti Vespa, Honda CB, Yamaha RX-King.
Akan tetapi, di luar nama-nama tersebut sebenarnya masih ada satu motor lawas yang tak kalah menarik, yaitu Honda Win 100.
Sebagaimana diketahui, Honda Win 100 merupakan salah satu motor yang punya sejarah menarik di dunia otomotif Indonesia, dengan keunikannya yang berbody sport klasik tapi menggunakan mesin tidur seperti halnya motor underbone alias bebek.
Baca juga: Tiga Modifikator Alumni HMC 2021 Hadirkan CB150X Bergaya Modifikasi Masa Kini
Motor yang dijual di Tanah Air selama periode 1984 sampai 2005 ini dibekali mesin silinder tunggal berkubikasi 97cc, dikenal tangguh, irit serta praktis, menopang berat keseluruhan motor yang tak sampai 100 kg.
Tak heran, di tengah maraknya tren restorasi motor lawas, Honda Win menjadi satu di antara yang populer jadi incaran, termasuk bagi pehobi otomotif khususnya roda dua yakni Muzakkil Umam.
Jika umumnya restorasi berupaya mengembalikan kondisi motor sebagaimana wujud aslinya saat keluar pabrik, langkah berbeda dilakukan Zaki sapaan akrab Muzakkil.
Memang, ia memilih mempertahankan desain motor yang identik tak mengalami perubahan berarti sekira 21 tahun lamanya dipasarkan di Indonesia.
Lampu-lampu serta tangki bahan bakar yang mengotak desainnya tetap ia pertahankan orisinilnya.
Spakbor berbahan plastik pun tetap ia sematkan di bagian depan, sebagaimana varian Honda Win yang juga hadir dalam tipe semi trail.
Namun jika menengok ke area dapur pacunya, tampak ada yang berbeda dengan sebongkah mesin Kawasaki Ninja 150 yang disematkan di motor kesayangannya.
"Saya menyebut motor ini K-Win, yang merupakan kombinasi nama dari Kawasaki dan Honda Win. Sebenarnya, saya pun korban dari sosial media. Tertarik membangun motor ini setelah menjumpai foto Honda Win berdapur pacu Ninja, namun sayang desain motornya sudah tidak lagi sesuai aslinya," ujar Zaki kepada Gaspol 52 Tribun Jogja.
"Jadi saya terinspirasi untuk membangun motor dengan tampilan asli Honda Win, namun tenaganya lebih menggigit dengan mesin Kawasaki Ninja 150," tambahnya.
Lebih lanjut ia menceritakan, K-Win ini mulai ia bangun pada awal tahun 2020. Ia kebetulan memiliki rangka Honda Win, lantas ia tinggal berburu mesin Kawasaki Ninja, komplit berikut kelistrikan serta kabel bodynya.
"Nggak ada kesulitan berarti, cukup tambah dudukan untuk pegangan mesin bagian depan, sekedar penyesuaian pada dudukan mesin Kawasaki Ninja-nya," jelas Zaki.
Lantaran Zaki memang menginginkan motor yang fungsional, tak sekadar menunjang hobinya 'trabas', tampilannya pun tetap standar sesuai aslinya. Hanya saja, striping alias list bodynya ia kustom agar tampilannya lebih fresh dan sporty.
Sektor kaki-kaki tak luput dari ubahan. Zaki menyematkan shock teleskopik copotan Kawasaki KLX. Adapun swing arm belakang diganti dengan copotan dari Kawasaki Kaze.
"Untuk velg saya menggunakan Rossi, dibalut ban trail dari IRC," jelasnya.
Merogoh kocek hingga Rp 23-an juta, Zaki mengaku puas dengan kombinasi desain Honda Win yang ramping didukung mesin responsif khas 2-tak dari Kawasaki Ninja 150, yang tak sekadar menunjang hobi 'trabas' namun juga tetap fungsional untuk kebutuhan harian. (Han)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Kawasaki-Ninja-150-milik-Muzakkil-Umam.jpg)