Perang Sudan
Awal Pesawat Militer Turkiye Terluka Setelah Diserang di Bandara Wadi Seidna
Seorang awak pesawat militer C-130 milik Turkiye terluka setelah diserang oleh pasukan paramiliter Rapid Support Forces (RSF) di bandara Wadi Seidna
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, ANKARA – Seorang awak pesawat militer C-130 milik Turkiye terluka setelah diserang oleh pasukan paramiliter Rapid Support Forces (RSF) di bandara Wadi Seidna pada Jumat (28/4/2023).
Pesawat militer C-130 milik Turkiye tersebut diserang saat hendak mengevakuasi warga Turkiye dari Sudan.
Tak hanya melukai seorang awak pesawat, serangan tersebut juga mengakibatkan kerusakan di sistem bahan bakarnya.
Beruntung, pesawat yang diserang tersebut berhasil mendarat dengan selamat.
Sementara awak pesawat yang terluka langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis..
Dikutip dari Kompas.com yang melansir pemberitaan Anadolu Agency, Jumat (28/4/2023), angkatan bersenjata Sudan menyampaikan bahwa pesawat tersebut terkena tembakan RSF saat bersiap mendarat di bandara Wadi Seidna.
Meski demikian, pesawat Turkiye berhasil mendarat dengan selamat di bandara. Setelah itu, pesawat C-130 menjalani perbaikan.
Baca juga: TNI Targetkan Evakuasi 111 WNI Lewat Bandara Pord Sudan Hari Ini
Angkatan bersenjata Sudan memperingatkan agar kombatan RSF tidak berupaya menghalangi operasi evakuasi negara-negara lain.
Pada Jumat pagi, Kementerian Pertahanan Nasional Turkiye mengonfirmasi bahwa pesawat militer C-130 miliknya diserang saat melakukan misi evakuasi.
Konflik berdarah di Sudan pecah lebih dari sepekan lalu, melibatkan angkatan bersenjata melawan RSF di mana keduanya saling berebut kekuasaan.
Sedikitnya 460 orang tewas dan lebih dari 4.000 terluka akibat konflik berdarah itu, menurut Kementerian Kesehatan Sudan.
Kedua belah pihak menyepakati gencatan senjata selama 72 jam dimulai pada Selasa (25/4/2023) tengah malam dan diperpanjang selama tiga hari.
Perpanjangan tersebut dimaksudkan agar memberi warga negara asing lebih banyak waktu untuk meninggalkan Khartoum dan daerah sekitarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Perang-di-Sudan.jpg)