Berita Sleman Hari Ini

Tiga Wisata Alam di Lereng Gunung Merapi Kembali Dibuka, Termasuk Plunyon Kalikuning 

Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) kembali membuka sejumlah Objek Wisata Alam (OWA) di lereng Gunung Merapi. Satu di antaranya OWA Plunyon

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
Istimewa
Wisatawan berkunjung di OWA Plunyon Kalikuning Gerbang OWA Tlogo Muncar Hargobinangun dan para pengunjung 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) kembali membuka sejumlah Objek Wisata Alam (OWA) di lereng Gunung Merapi.

Satu di antaranya OWA Plunyon Kalikuning di Umbulharjo, Cangkringan. Pembukaan kembali destinasi ini menyusul aktivitas gunung Merapi yang dinilai sudah relatif kondusif. 

"Dibuka kembali untuk umum sejak tanggal 17 April 2023," kata Kepala Balai TNGM, Muhammad Wahyudi, Senin (17/4/2023). 

Baca juga: UGM Buka Akses Pendidikan bagi Masyarakat Ekonomi Rentan Melalui PBU

Selain Plunyon, TNGM juga sudah membuka objek wisata alam Tlogo Muncar di Hargobinangun Kaliurang dan Obyek wisata Alam Jurang Jero di Kabupaten Magelang.

Ketiga OWA tersebut sebelumnya ditutup sementara sejak 12 Maret 2023 setelah ada peningkatan aktivitas Gunung Merapi.

Kala itu, Merapi memuntahkan rentetan awan panas guguran (APG) hingga beberapa hari yang dimulai sejak 11 Maret 2023. 

Sebelum kembali dibuka, menurut Wahyudi, TNGM telah melakukan koordinasi dan komunikasi melalui pertemuan bersama para elemen masyarakat di sekitar Obyek Wisata Alam, instansi terkait, dan pemerintah setempat, untuk membahas kesiapan jika dimungkinkan dibuka kembali OWA di kawasan TN Gunung Merapi.

Di samping itu, juga telah melakukan pemantauan dan penjagaan dalam rangka memastikan pada OWA yang hendak dibuka.   

"Dapat dipastikan telah siap dan aman untuk di buka kembali," kata dia.

engan kembali dibuka, maka ketiga wisata alam tersebut siap menerima wisatawan pada momen libur lebaran 2023. Saat ini, status Gunung Merapi masih ditetapkan siaga level III. Aktivitasnya cenderung menurun.

Namun sejumlah guguran lava masih terus terjadi setiap hari. Guguran tersebut masih dalam jarak aman yakni maksimal 1,8 km ke arah barat daya atau kali Bebeng. (rif)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved