Mutiara Ramadan

MUTIARA RAMADAN : Perilaku Sosial

Tamu yang dielu-elukan setiap mukminin ini membawa tiga oleh-oleh yang akan didapatkan oleh setiap mukminin yang merindukannya.

Editor: Hari Susmayanti
Istimewa
Alistyono Pramuhadi SAg Guru MTsN 6 Sleman 

Oleh

Alistyono Pramuhadi SAg
Guru MTsN 6 Sleman


RAMADAN hadir kembali dan tentu kehadirannya selalu dinantikan bak tamu istimewa.

Tamu yang dielu-elukan setiap mukminin ini membawa tiga oleh-oleh yang akan didapatkan oleh setiap mukminin yang merindukannya.

Ada tiga bagian sasaran antara lain adanya panggilan setiap jiwa untuk menjalankan puasa, mengasah hati dan pikiran serta action atau tindakan pergerakan mengatasnamakan perilaku didi menjadi perilaku sosial.

Kedahsyatan Ramadan dalam jiwa ini bila kita rasakan dengan sungguh-sungguh tentunya ada gelombang medium yang dapat membuat suasana hati dan pikiran ini seperti ada getaran (notifikasi atau kisi-kisi) yang bisa menjadi petujuk arah atau mapping dalam setiap diri mukminin yang terus melakukan riyadhah atau latihan untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi diri sendiri dan hasil riyadhah itu akan benar-benar baik karena yang menjadi penilainya adalah Allah SWT.

Kita mungkin tidak perlu heran jikan tamu istimewa yang namannya Ramadan itu datang, akan bisa mengubah seseorang menjadi optimal berkeinginan untuk beribadah, datang ke masjid bahkan waktu Subuh sekalipun.

Tidak ada keinginan untuk bertutur kata bohong, berusaha membelanjakan hartanya dan bersedekah walau hanya semangkuk mie tanpa telur yang bisa diberikannya.

Hati insan ini adalah yang menjadi sasaran tamu istimewa ini, oleh Ramadan hati kita dilembutkan Allah SWT dan dititipi rasa wara’, jujur dan kedermawanan yang akan menjadikan kita sampai pada target la’alakum tattaquun (menjadi orang yang bertaqwa).Hati tenang

Kegelisahan hati ini kadang acap kali kita rasakan, kesibukan hati dan perasaan yang sering galau/berkecamuk yang terus menerus mendera dan akan terus mengganggu setip pribadi manusia dan akan membuat individu pribadi manusia itu sendiri tidak akan stabil dalam hidupnya.

Rasa gonjang-ganjingnya hati ini mungkin datang dari apa yang kita lakukan setiap harinya.

Terkadang kesibukan hati dan gelisahnya hati ini tidak berasal dari masalah yang kita hadapi.

Namun mungkin karena kita hanya mendengar dari sumber wicara orang lain, melihat sesuatu yang dimiliki orang lain, bukan karena kita tidak tercukupi namun ingin dianggap lebih oleh orang lain dan hal inilah yang akan mengganggu hati ini.

Rasa iri, dengki , sakit hati karena keinginan untuk selalu lebih dari orang lain dalam sesuatu urusan yang tidak substantif, hanya sesaat dan tidak ada kebutuhan yang strategis, semuanya ini akan ditekan adanya tamu istimewa ini, yang akan memberikan rasa ketenangan hati dan terus akan di selimuti dan dikuatkan dengan riyadhah puasa dan menghidupkan qiyamul lail.

American College of Cardioogy di New Orleans telah melakukan riset bahwa puasa dapat memicu kenaikan hormon pertumbuhan yang berkoheresi dengan kecerdasan pikiran (IQ) manusia.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved