Anggota DPD RI Dapil DIY Ini Paparkan Peran Krusial Muhammadiyah untuk NKRI
Hal tersebut disampaikan oleh Anggota DPD RI Dapil DIY, M Afnan Hadikusumo, dalam Sosialisasi 4 Pilar Bernegara di Aula PD Muhammadiyah Kota Yogya,
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dewasa ini, dalam kehidupan bernegara, masih ada pihak yang mempertentangkan antara agama dengan Pancasila sebagai dasar negara.
Padahal, realitas menunjukkan, bahwa dalam negara majemuk seperti Indonesia, memiliki dasar negara Pancasila haruslah disyukuri.
Hal tersebut disampaikan oleh Anggota DPD RI Dapil DIY, M Afnan Hadikusumo, dalam Sosialisasi 4 Pilar Bernegara di Aula PD Muhammadiyah Kota Yogya, Senin (27/3/2023).
Menurutnya, Pancasila merupakan sebuah penengah, bahkan bisa dijadikan sebagai pedoman hidup berbangsa dan bernegara.
Baca juga: Sebanyak 98 Persen Masyarakat Sleman Sadar tentang Pentingnya Pendidikan
"Dengan demikian menegaskan posisi Indonesia sebagai negara yang religius, meski bukan sebagai negara agama tertentu," tandasnya.
Sebagai cucu Pahlawan Nasional Ki Bagus Hadikusumo yang turut terlibat dlaam pembahasan Pancasila, Afnan menandaskan, bahwa agama dan Pancasila sama-sama saling melengkapi.
Nilai-nilai agama, disebutnya bisa mewarnai dalam setiap butir Pancasila yang selanjutnya dipakai sebagai panduan dan acuan dalam kehidupan bernegara.
Terlebih, buah pikiran Ki Bagus Hadikusumo sebagai Ketua Umum PP Muhammadiyah saat pembahasan Pancasila, muncul atas kegalauan organisasi yang dipimpinnya.
Kala itu, urainya, Ki Bagus melihat situasi sosial masyarakat yang mayoritas mengalami kemiskinan, keterbelakangan, kebodohan.
"Ditambah lagi, bangsa Indonesia terjajah secara politik. Beliau berpikir, harus ada landasan bernegara yang harus disepakati guna menjaga persatuan dan kesatuan bangsa," terang Afnan.
"Maka, daripada mempertentangkan agama dengan Pancasila, warga negara Indonesia lebih baik fokus, bagaimana mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung di Pancasila," tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Ketua PD Muhammadiyah Kota Yogya, Ahmad Nur Ghozali, mengatakan, kontribusi Muhammadiyah dalam membentuk negara Republik Indonesia sangat besar. Alhasil, tidak mengherankan jika Muhammadiyah berhasil mencetak para pejuang yang lantas diangkat jadi pahlawan nasional.
"Bagi kami di Muhammadiyah, keberagaman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara tidak lantas membuat masyarakat saling sikut," urainya.
"Warga Muhammadiyah sudah dewasa dengan menjunjung tinggi sikap keberagaman dan akan selalu memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara Indonesia," pungkas Gozali. (aka)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Aula-PD-Muhammadiyah-Kota-Yogyakarta-Senin-2732023.jpg)