Berita Sleman Hari Ini

Sebanyak 98 Persen Masyarakat Sleman Sadar tentang Pentingnya Pendidikan 

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Ery Widaryana, menyebut sebanyak 98 persen masyarakatnya sudah sadar dengan pentingnya mengenyam pendidikan.

Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/Neti Istimewa Rukmana
Kepala Dinas Pendopo Kabupaten Sleman, Ery Widaryana 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Ery Widaryana, menyebut sebanyak 98 persen masyarakatnya sudah sadar dengan pentingnya mengenyam pendidikan.

"Memang itu termasuk sudah tinggi, karena anak di Sleman yang tidak sekolah itu ada beberapa faktor. Mungkin faktor pergaulan dan lain sebagainya. Kalau dari faktor kemiskinan saya jamin itu tidak ada. Karena anak miskin itu sekolahnya dijamin. Anak yang putus sekolah karena kemiskinan kami tarik dan kami masukan untuk sekolah lagi dengan memberikan bantuan," jelas Ery kepada wartawan di kantor dinasnya, Senin (27/3/2023).

Baca juga: Mengenal Djok Neh, Produk Minuman Herbal Inovasi Petani Kota Yogyakarta

Pihaknya pun memiliki Satgas Penanganan Anak Usia Sekolah bagi yang membutuhkan bantuan dalam menempuh pendidikan.

"Kalau usia sekolah tapi ingin ikut pelatihan, maka kami akan melakukan kerjasama dengan Disnaker. Mau pelatihannya apa akan kami bantu dan itu sudah siap. Kami juga bekerja bersama dengan masing-masing kapanewon untuk mendata anak yang tidak sekolah," ucapnya. 

Pendataan anak yang tidak mau sekolah itu dilakukan untuk memonitoring dan berupaya memberikan solusi dalam meningkatkan kepekaan dalam jati diri anak tersebut untuk mau kembali mengenyam bangku pendidikan.

"Pendidikan merupakan kebutuhan pokok. Sesuai dengan visi misi Bupati untuk menjadikan Sleman lebih cerdas, mandiri, kreatif, berdaya saing, gotongroyong dan menghargai perbedaan. Jadi pendidikan harus kita galakkan betul," terang Ery.

"Bahkan kami punya program namanya peningkatan layanan akses pendidikan. Dalam kata lain, bahwa anak usia sekolah di Kabupaten Sleman itu harus bisa sekolah. Jadi jangan sampai anak usia sekolah tidak bisa sekolah karena faktor kemiskinan atau apapun," lanjut dia.

Pihaknya pun memberikan kemudahan untuk anak-anak miskin dengan bantuan jaring pengaman sosial dari Dinas Sosial hingga beasiswa miskin dari Dinas Pendidikan.

"Bahkan sejak TK sudah kami berikan (bantuan untuk menunjang pendidikan) anak miskin atau penduduk miskin di Kabupaten Sleman. Bahkan pak Jokowi pun memberikan Program Indonesia Pintar (PIP) untuk anak bisa sekolah," urai Ery.

"Untuk anak SD-SMP yang miskin tapi tidak dapat PIP akan kami cover dengan dana APBD. Anak TK itu juga tidak ada PIP. Tapi sejak 2022 kemarin, yang miskin sudah kami berikan bantuan personal untuk membantu memenuhi kebutuhan pribadinya. Mungkin seragam atau sepatu dan sebagainya," tandasnya. (Nei)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved