Berita DI Yogyakarta Hari Ini
JICA Beri Lima Rekomendasi Pengembangan Kawasan Aerotropolis YIA
Kerjasama antara Pemda DIY dengan JICA untuk mengembangkan kawasan aerotropolis YIA memasuki babak baru.
Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kerjasama antara Pemda DIY dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) untuk mengembangkan kawasan aerotropolis Bandara Internasional Yogyakarta atau YIA di Kulon Progo memasuki babak baru.
Setelah melakukan kajian selama beberapa bulan, JICA menyerahkan lima poin rekomendasi pengembangan kawasan aerotropolis kepada Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kompleks Kepatihan Yogyakarta pada Jumat (17/3/2023).
Senior Representative Indonesia Office JICA, Okamura Kenji menjelaskan, pihaknya telah membentuk task force untuk melaksanakan kajian tersebut.
Hasilnya berujung pada sejumlah rekomendasi yang dapat segera ditindaklanjuti Pemda DIY.
Baca juga: 1.000 Produk UMKM se-DIY Meriahkan Ajang Airfest 2023 di Kawasan Tugu Malioboro Bandara YIA
Pemerintah setempat, dikatannya perlu menyusun program pembangunan dengan PT Angkasa Pura 1.
Kemudian menaruh perhatian pada pengembangan smart agriculture di kawasan aerotropolis, smart tourism, hingga pengembangan Stasiun Wates.
"Task force bergerak sampai hari ini untuk melihat dan menentukan atau melihat kira-kira pembangunan seperti apa yang dibutuhkan di kawasan YIA dan sekitarnya yang kami sebut aerotropolis," kata Okamura di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Jumat (17/3/2023).
Gubernur DIY, disebut merespons baik rekomendasi yang diberikan JICA .
Dalam waktu dekat akan dibentuk board atau organisasi manajemen pengembangan kawasan aerotropolis yang terdiri dari unsur Pemda DIY, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, maupun JICA .
Sri Sultan HB X disebut akan mengetuai organisasi tersebut untuk mempermudah koordinasi.
"Untuk mempermudah prosedurnya beliau ingin membuat satu board sebagai organisasi manajemennya yang diketuai oleh bapak gubernur sendiri," katanya.
JICA disebut akan terus membantu dalam mengembangkan kawasan aetropolis YIA. Bahkan pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat Jepang untuk membantu pembangunan kawasan aerotropolis.
"Kalau misal ke depannya dari gubernur ada permintaan kami siap membantunya. Kalau perlu kami diskusi dengan pemerintah pusat negara Jepang untuk membantu dalam hal pembangunan kawasan YIA atau aeropolis," jelasnya.
Baca juga: Paper Test di YIA dan Bandara Adisutjipto Negatif Abu Vulkanik Gunung Merapi
Sementara Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) DIY, Beny Suharsono mengatakan, pengembangan aerotropolis didahului dengan pembentukan organisasi manajemen yang akan dipimpin langsung oleh Sri Sultan HB X.
"Pak gubernur akan memimpin langsung untuk menindaklanjuti yang sudah dihasilkan atas kajian JICA," terangnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/JICA-Beri-Lima-Rekomendasi-Pengembangan-Kawasan-Aerotropolis-YIA.jpg)