Berita Purworejo

Bupati Purworejo Kunjungi Desa dalam Agenda BSD, Ini Permintaan Warga 

Bupati Purworejo Agus Bastian kembali mengunjungi warga desa dalam agenda Bupati Saba Desa (BSD) di wilayah Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo

Penulis: Dewi Rukmini | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/Dewi Rukmini
Bupati Purworejo Agus Bastian saat mengunjungi Desa Mudalrejo dan Desa Kebongunung dalam agenda Bupati Saba Desa (BSD), Kamis (16/3/2023). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Dewi Rukmini

TRIBUNJOGJA.COM, PURWOREJO - Bupati Purworejo Agus Bastian kembali mengunjungi warga desa dalam agenda Bupati Saba Desa (BSD) di wilayah Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, pada Kamis (16/3/2023).

Pada hari kedua BSD di Kecamatan Loano itu, Bupati Agus didampingi sejumlah Kepala Perangkat Daerah dan jajaran Forkopimda mengunjungi 6 (enam) desa, yakni Desa Banyuasin Separe, Desa Guyangan, Desa Kemejing, Desa Kalisemo, Desa Mudalrejo, dan Desa Kebongunung. 

Saat mendatangi lokasi, rombongan Bupati Agus disambut meriah oleh masyarakat desa tersebut. Beberapa desa tampak menyajikan tarian kesenian atau drumband musik untuk menyambut kedatangan orang nomor satu di Kabupaten Purworejo.

Baca juga: Kemenkes RI Tingkatkan Mutu Layanan Rumah Sakit Melalui Lembaga Akreditasi

Acara BSD itu dimulai dengan pemberian bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo untuk masyarakat kurang mampu dan anak yatim. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan gendu-gendu roso atau penyampaian masukan dan keluhan warga. 

Di sesi itu, Bupati Agus mendapatkan beberapa usulan dan keluhan dari warga. Satu di antaranya dari warga Desa Mudalrejo, Kecamatan Loano, yang bernama Ngatman.

Pria berusia 71 tahun itu memberikan usulan terkait kelanjutan pembangunan gedung olahraga (GOR) Desa Mudalrejo yang mangkrak sejak 2020 lalu. Ia menyampaiakan, GOR yang ditaksir memiliki ukuran sekitar 60x30 meter apabila berhasil berdiri itu mangkrak karena kehabisan dana. 

Awalnya, GOR tersebut dibangun menggunakan dana pokok pikiran rakyat (Pokir) senilai Rp300 juta pada 2020. Akan tetapi, gedung olahraga itu baru selesai dibangun dalam tahap pemasangan pondasi dan pemerataan lahan, karena Pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Sehingga, anggaran yang ada kala itu diprioritaskan untuk mengatasi penyebaran virus Corona. 

"Berhubung ini sudah selang 1 tahun, mohon bisa mengusulkan dana kembali untuk meneruskan pembangunan GOR Mudalrejo. Sebab, apabila GOR itu selesai dibangun, yang akan merasakan manfaat bukan hanya warga Mudalrejo tetapi warga desa lain juga. Mengingat di Kecamatan Loano belum ada GOR yang memadai," ucapnya, Kamis (16/3/2023).

Mengenai hal itu, Bupati Agus merekomendasikan warga untuk mengusulkan kembali pembangunan GOR melalui aspirasi DPRD atau Pokir lewat Dapil desa setempat. Agar dapat dis dalam rapat perencanaan anggaran 2024. 

"Dalam dua tahun ini, Pemkab Purworejo memang memfasilitasi pembangunan sarana olahraga. Namun dengan catatan, penggunaan anggaran APBD itu tidak bisa digunakan untuk membangun yang tanahnya bukan milik pemerintah. Karena GOR Mudalrejo menggunakan tanah desa, maka jalur pengajuannya bisa lewat pokir atau proses perencanaan anggaran 2024," jelasnya.

Selain itu, Bupati Agus juga mendapat masukan dari warga terkait pembangunan infrastruktur di Kabupaten Purworejo

Warga meminta pemerintah untuk memperbaiki jalan poros Desa Kebongunung menuju Desa Kedung Puncang. 

"Mohon jalan poros desa yang menghubungkan Desa Kebongunung dan Desa Keding Puncang untuk diaspal. Karena jalan itu juga merupakan akses kami (warga) untuk menuju Pasar Kaliboto," ucap Muhammad Nur Kholis, perwakilan warga Desa Kebongunung.

Terkait permintaan itu, Bupati Agus melalui Kadin PUPR Kabupaten Purworejo, Suranto, mengungkapkan bahwa pada tahun ini (2023), Desa Kebongunung mendapatkan jatah satu titik penanganan jalan poros desa.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved