Balai Tekkomdik DIY Dorong Penerapan Sistem Pembelajaran Berbasis TIK

Di era kemajuan teknologi informasi saat ini, penerapan teknologi untuk pendidikan mutlak dilaksanakan

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
Istimewa
Balai Tekkomdik DIY saat menggelar kegiatan diseminasi di sekolah-sekolah yang ada di wilayah DIY 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Balai Teknologi Komunikasi Pendidikan (Balai Tekkomdik) DIY mendorong sekolah-sekolah yang ada di Yogyakarta untuk mulai menerapkan pembelajaran berbasis Teknologi Informasi (TIK).

Hal itu penting untuk meningkatkan semangat para siswa dalam mengikuti pelajaran sehingga muaranya materi yang diberikan akan lebih mudah diterima oleh pelajar.

Kepala Balai Tekkomdik DIY Rudy Prakanto Spd Meng mengatakan pihaknya sebelumnya sudah melaksanakan program diseminasi di empat kabupaten dan satu kota yang ada di wilayah DIY.

Hasil dari kegiatan diseminasi tersebut, program yang dibuat oleh Balai Tekkomdik yakni pembelajaran berbasis TIK diharapkan bisa mulai diterapkan oleh guru, pelajar dan sekolah.

“ Setelah menyelenggarakan program diseminasi di 4 kabupaten dan 1 kota, tentu menjadi harapan besar agar program Balai Tekkomdik ini dapat dikenal oleh seluruh satuan pendidikan dan menjadi rujukan bagi satuan pendidikan untuk menguatkan pendidikan secara digital di masing-masing sekolah,”katanya, Selasa (14/3/2023).

Supaya program pendidikan secara digital ini bisa berjalan sukses, menurut Rudy, semua pihak terkait, dalam hal ini guru, tenaga kependidikan dan siswa harus bisa menguasai teknologi informasi.

Baca juga: Balai Tekkomdik Gelar Diseminasi untuk Perkuat Transformasi Digital di DIY

Kemudian, sarana dan prasarana untuk mendukung program pendidikan secara digital ini harus memadai sehingga program itu bisa berjalan dengan baik.

“ Baik bapak, ibu guru maupun tenaga kependidikan harus mahir dalam penguasaan teknologi informasi,”jelasnya.

Rudy optimis, dengan menerapkan sistem pembelajaran berbasis TIK, para siswa akan lebih bergairah dan bersemangat dalam mengikuti pembelajaran di sekolah.

Dengan begitu, para siswa bisa menerima dan mencerna materi yang diberikan oleh para guru.

“ Kalau proses pembelajaran berbasis TIK bisa dilaksanakan, anak-anak (siswa) akan lebih bergairah dan bersemangat sehingga materi dapat diterima dan dicerna oleh para siswa,”imbuhnya.

Sementara itu Kepala tata Usaha SMKN 2 Yogyakarta Asti Minarsi mengungkapkan rasa optimisme yang tinggi jika pembelajaran berbasis TIK bisa terwujud.

Namun demikian, guru, kepala sekolah hingga pengawas harus benar-benar bisa menguasai teknologi informasi sehingga program tersebut bisa berjalan dengan baik.

“ Guru, kepala sekolah dan pengawas harus menguasai teknologi. Jangan sampai nanti gurunya malah kalah dalam penguasaan teknologi daripada siswanya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved