Pemkab Gunungkidul Terus Upayakan Penanganan Longsor di Wilayah Gedangsari

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Sumadi sudah ada perencanaan untuk penanganan longsor

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUN JOGJA/Polsek Gedangsari
Kondisi jalan penghubung di Kalurahan Tegalrejo, Gedangsari, Gunungkidul yang terputus usai terkena longsor 16 Februari lalu. Hingga kini, penanganan longsor masih terus diupayakan. 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Penanganan longsor di Kalurahan Tegalrejo, Gedangsari hingga kini masih menjumpai kendala.

Meski demikian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul masih terus berupaya.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Sumadi sudah ada perencanaan untuk menangani longsor tersebut.

"Rencana itu khususnya untuk memperbaiki akses jalan yang tertutup longsor," jelasnya, Minggu (12/03/2023).

Longsor yang terjadi pada 16 Februari silam membuat akses Jalan Kabupaten setempat terputus.

Warga dari tujuh pedukuhan pun terdampak kondisi tersebut.

Secara garis besar, material longsoran akan dipindahkan dan jalan yang putus akan kembali dibangun.

Meski demikian, teknis pelaksanaannya ada di Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP).

"Sebab DPUPRKP memiliki wewenang untuk menangani masalah jalan dan konstruksinya," kata Sumadi.

Adapun pihaknya sudah melakukan pengecekan ke lokasi longsor sebagai dasar upaya penanganan. Pengecekan ini juga dilakukan bersama tim dari DPUPRKP Gunungkidul.

Lurah Tegalrejo, Sarjono mengatakan hingga kini belum ada upaya penanganan terhadap longsor tersebut. Ia menilai keterbatasan anggaran jadi salah satu sebab.

"Kemungkinan karena memerlukan anggaran yang besar sehingga belum bisa ditangani," ujarnya.

Pihaknya bersama warga pun hingga kini hanya bisa menunggu realisasi penanganan longsor. Sementara untuk akses jalan, warga terpaksa menggunakan jalur alternatif.

Lewat jalan ini, warga harus memutar lebih jauh 6 kilometer dari akses biasanya. Jalur ini pun juga terbilang lebih ekstrem untuk dilalui.

"Kami harap segera ada penanganan dan perbaikan jalan yang tertutup longsor agar aktivitas warga bisa kembali normal," kata Sarjono.(*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved