Berita Kulon Progo Hari Ini

Merti Pedukuhan di Pengasih Kulon Progo Digelar Perdana Setelah Pandemi Covid-19

"Tadi ada yang membawa gunungan dari apem, ingkung ayam dan hasil bumi yang ditanam di Pengasih seperti buah-buahan dan sayur-mayur. Juga ada penamp

Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/Sri Cahyani Putri Purwaningsih
Peserta kirab membawa gunungan berupa apem dan hasil bumi saat merti pedukuhan di Pengasih, Kamis (9/3/2023). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Merti Pedukuhan di Pengasih kembali digelar, Kamis (9/3/2023).

Kegiatan menguri-uri kebudayaan ini digelar perdana setelah vakum akibat pandemi Covid-19

Tak heran, jika tradisi menjelang ramadan ini memantik masyarakat sekitar untuk menonton.

Baca juga: Kasus Pencurian di Bantul Mengalami Penurunan Pada Februari 2023, Ini Penjelasan Polisi

merti pedukuhan dimeriahkan dengan kirab yang diberangkatkan dari Lapangan Jati Moncer Pengasih hingga berakhir di Balai Cagar Budaya Bulurejo.

Kirab diikuti oleh siswa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) serta warga masyarakat.

"Tadi ada yang membawa gunungan dari apem, ingkung ayam dan hasil bumi yang ditanam di Pengasih seperti buah-buahan dan sayur-mayur. Juga ada penampilan drum band dari siswa SD dan SMP. Bahkan ada ibu-ibu yang mengenakan daster dengan membawa peralatan masak yang dimainkan sebagai alat musik," kata Ngadiyo, Ketua Merti Pedukuhan saat ditemui di sela acara.

Penampilan burung garuda berukuran besar hasil karya Sanggar Tari Singlon juga tak kalah memantik perhatian masyarakat yang datang.

Disampaikan Ngadiyo, sebelum puncak acara merti pedukuhan, warga sekitar lebih dulu ziarah ke makam leluhur. Ada 3 makan leluhur di Pengasih yaitu Makam Pangeranan, Makam Klampok dan Makam Sasonoloyo.

Selain itu, banyak kegiatan yang terdapat di wilayah Pengasih. Satu di antaranya jemparingan yang merupakan olahraga panahan tradisional sejak Kerajaan Mataram.

Serta terdapat Balai Cagar Budaya Bulurejo yang diresmikan oleh Bupati Kulon Progo pada 2017.

Di area Balai Cagar Budaya Bulurejo terdapat pesanggarahan yang konon dijadikan sebagai istirahat penggawa Sri Sultan Hamengkubuwana VII sekitar 1824.

Peserta kirab, Tri Endang Batari (69) merasa gembira sekaligus bangga turut terlibat dalam kirab merti pedukuhan

"Tadi yang kami tampilkan bregada putri yang beranggotakan ibu-ibu dengan membawa alat masak yang menggambarkan ibu rumah tangga. Meski juga ada yang bekerja sebagai guru, pegawai kantoran dan pengurus kelompok wanita tani (KWT)," ucapnya.

Warga Pengasih itu mengaku penampilannya saat kirab dilakukan secara spontanitas.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved