Bunda, Begini Cara Menangani Kulit Sensitif pada Bayi, Cek Dulu Tanda-tandanya

Bunda, sebagian besar bayi yang baru lagi memiliki kulit yang sangat halus dan lembut. Bahkan, tidak jarang, ada bayi yang kulitnya ekstra sensitif.

Tayang:
Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Bunga Kartikasari
Istimewa
Ilustrasi bayi ganti popok 

TRIBUNJOGJA.COM - Bunda, sebagian besar bayi yang baru lagi memiliki kulit yang sangat halus dan lembut.

Bahkan, tidak jarang, ada bayi yang kulitnya ekstra sensitif. Tidak diragukan, seringkali bunda pasti menemukan beruntusan atau kulit kemerahan.

Beruntusan itu membuat bayi tidak nyaman dan sering menangis. Si kecil jadi sulit untuk beristirahat.

Bagaimana cara menangani kulit sensitif pada bayi?

Baca juga: 20+ CONTOH Kalimat Ucapan Indah Selamat Atas Kelahiran Bayi, Berisikan Doa yang Penuh Harapan

Berikut beberapa tips untuk mengidentifikasi dan menangani kulit sensitif pada bayi, melansir dari laman Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski):

Tanda-tanda kulit bayi ekstra sensitif:

  • Mengalami ruam berulang dan sering
  • Kulit bayi kering
  • Mudah teriritasi atau muncul ruam akibat pemakaian sabun, losion, hingga deterjen
  • Gatal dan merah akibat perubahan suhu
  • Mempunyai riwayat alergi dalam keluarga: asma, bersin-bersin kalau dingin/debu, biduran.

1. Bayi baru lahir tidak perlu banyak sabun atau sampo mandi

Faktanya, bayi terutama bayi yang baru lahir tidak memerlukan banyak sabun atau sampo ketika mandi.

Untuk bayi yang baru lahir, tetap dianjurkan mandi dua kali secara teratur. Mandi terlalu sering malah akan membuat kulit bayi menjadi kering.

2. Pilih bahan sabun yang mengandung bahan alami

Jika memilih produk sabun atau toiletries bayi, pilih yang mengandung bahan-bahan alami dan tidak mengandung bahan seperti sodium lauryl sulphate (SLS atau SLES).

Anda boleh memilih produk yang mengandung minyak zaitun atau minyak almond.

3. Pilih pembersih nonsoap dengan ekstra pelembab

Pilih pembersih nonsoap dengan extra pelembab.

Namun, apakah yang alami-alami ini pasti baik? Untuk kulit sensitif belum tentu aman.

Hal itu karena mungkin saja kandungan alami tersebut justru menjadi alergen bagi bayi dengan alergi-alergi tertentu.

4. Tidak gunakan sabun antibakteri pada bayi

Jangan pernah menggunakan sabun antibakteri pada bayi.

Seberapa pun khawatirnya Anda, bahwa si kecil akan terinfeksi kuman dan bakteri, bila tidak menggunakan sabun antibakteri.

Sebagian besar sabun antibakteri memiliki bahan kimia tambahan seperti triclosan, yang dapat menyebabkan kulit menjadi lebih kering lagi.

Kulit yang kering dapat memudahkan timbulnya alergi, iritasi maupun infeksi pada kulit.

5. Hindari poduk perawatan bayi beraroma

Biasanya walau aroma-aroma tersebut sangat wangi dan menyenangkan, itu artinya produk tersebut sudah ditambah dengan berbagai macam bahan kimia yang mungkin bisa menjadi alergen bagi bayi dengan kulit ekstra sensitif.

6. Gunakan pelembab setelah mandi secara teratur

Penggunaan pelembab bukan saja melembabkan kulit, tapi dapat melindungi kulit dari berbagai bahan yang dapat memicu alergi atau iritasi.

Sebaiknya, pelembab sudah dioleskan dalam 5 menit sesudah mandi (saat kulit masih lembab).

Coba dulu sedikit produk perawatan kulit di lengan bayi. Tunggu 1-2 jam untuk melihat adakah reaksi kulit yang terjadi.

7. Gunakan popok berdaya serap tinggi


Si kecil sering ruam di pantat? Maka, inilah waktu yang tepat untuk memburu popok yang memiliki daya serap tinggi, seperti Makuku, misalnya.

Produk itu memiliki pH yang aman untuk kulit sehat, yakni di angka 5,9.

Popok memang menjadi kebutuhan primer orang tua. Bahkan, menurut penelitian, pada 2018, anak berusia 0-4 tahun di Indonesia rata-rata menggunakan 282 popok per tahun.

Bunda juga disarankan untuk menggantik popok anak setiap empat jam sekali guna mencegah risiko ruam popok dan infeksi saluran kemih.

Produk bisa Anda dapatkan di warung kelontong terdekat dan Alfagift.

 

( Tribunjogja.com / Bunga Kartikasari )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved