Pemkot Yogyakarta Kembali Gulirkan Pelatihan Keterampilan Gratis, Catat Syarat dan Cara Daftarnya
Pendaftaran dibuka hingga kuota terpenuhi, setidaknya sampai pertengahan tahun mendatang, selaras jadwal masing-masing pelatihan.
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Calon tenaga kerja di Kota YogyaKARTA bakal mendapat fasilitas pelatihan keterampilan yang digulirkan secara gratis oleh Pemkot setempat.
Ada 10 jenis pelatihan yang siap digelar, meliputi administrasi perkantoran dan komputer, stir mobil, cake and pastry, event organizer, barista, tata rias, menjahit, membatik, hingga satpam atau tenaga keamanan.
Kabid Pengembangan Tenaga kerja dan Transmigrasi Dinsosnakertrans Kota YogyakartaA, Erna Nur Setyaningsih, mengatakan pendaftaran dilakukan secara online via aplikasi Jogja Smart Service (JSS) sejak 7 Februari 2023.
Pendaftaran dibuka hingga kuota terpenuhi, setidaknya sampai pertengahan tahun mendatang, selaras jadwal masing-masing pelatihan.
"Target kami paling tidak 260 peserta untuk ikut serta dalam beragam pelatihan itu. Nanti, kalau pendaftar belum memenuhi target, waktu pendafrarannya kami perpanjang," katanya, Minggu (26/2/2023).
Adapun syarat pendaftaran yang harus diunggah oleh calon peserta adalah, KTP Kota Yogya, kartu kuning, ijazah terakhir, pas foto 3x4 berwarna dan sertifikat keterampilan untuk pelatihan lanjutan.
Selanjutnya, pendaftar lebih dulu mengikuti seleksi administrasi, serta seleksi tertulis, sebelum dinyatakan lolos dan mengikuti pelatihan selaras pilihannya.
"Untuk batasan usia, 18-50 tahun, sehingga tenaga kerja yang terdampak Covid-19 atau korban PHK bisa ikut pelatihan ini. Tapi, khusus pelatihan satpam, usia maksimalnya 35 tahun, ya," terangnya.
"Hanya saja, untuk peserta yang sudah bekerja sebagai satpam tetapi belum punya sertifikat, batasannya 50 tahun. Tapi, harus melampirkan surat izin dahulu dari atasan," tambah Erna.
Namun, lanjutnya, Pemkot Yogyakarta tak sebatas berhenti memberikan modal keterampilan saja, lantaran setelah rampung pelatihan akan dilakukan monitoring secara berkala.
Hal tersebut ditempuh, untuk mengetahui seberapa jauh keberhasilan rintisan usaha yang dilakukan, ataupun kondisi status pascapelatihan.
Ia berharap, masyarakat dapat mengakses pelatihan yang diselenggarakan, sehingga bisa menambah keterampilan dan kompetensi warga untuk mengurangi angka pengangguran.
"Dengan bekerja di sektor formal maupun informal, harapannya pasca pelatihan bisa mandiri mendirikan usaha sendiri, serta menciptakan lapangan kerja baru dan menyerap tenaga kerja, khususnya penduduk di lingkungan mereka tinggal," ungkapnya.
Sementara mengenai jangka waktu, antara satu pelatihan dengan pelatihan lainnya pun bermacam-macam, karena ada yang digelar secara daring dan lurung. Untuk pelatihan online butuh waktu sekira 10-30 hari, sedangkan pelatihan secara offline, hanya memerlukan waktu 4 hari.
"Pelatihan bisa diikuti bagi orang yang sudah bekerja tetapi ingin meningkatkan kompetensinya, sehingga mampu memberikan peluang yang lebih besar dan kuat, untuk dapat memperoleh pekerjaan atau menciptakan pekerjaan sendiri," urainya.
"Sesuai pengalaman tahun lalu, pelatihan ini cukup banyak diikuti, ya, terutama yang banyak peminatnya itu pelatihan stir mobil, event organizer, barista, lalu cake and pastry," pungkas Erna. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Pelatihan-keterampilan-yang-digulirkan-Pemkot-Yogyakarta.jpg)