Berita Sleman Hari Ini

KAI Daop 6 Yogyakarta Bakal Tutup Perlintasan Sebidang Ilegal di Sleman

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Daop 6 Yogyakarta bakal menutup perlintasan sebidang ilegal di Sleman.

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Gaya Lufityanti
Tribunjogja.com/Ardhike Indah
Executive Vice President (EVP) KAI Daop 6 Yogyakarta, Raden Agus Dwinanto Budiadji setelah audiensi dengan Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, Jumat (10/2/2023) sore 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Daop 6 Yogyakarta bakal menutup perlintasan sebidang ilegal di Sleman.

Untuk itu, jajaran pejabat KAI mengadakan audiensi dengan Bupati Sleman

Kedatangan rombongan diterima oleh Bupati di rumah dinas pada Jumat (10/2/2023) sore.

Executive Vice President (EVP) KAI Daop 6 Yogyakarta Raden Agus Dwinanto Budiadji  menyampaikan apresiasi kepada jajaran Pemkab Sleman yang telah memberikan dukungan atas penutupan perlintasan sebidang ilegal. 

Dia juga meminta dukungan warga terkait upaya penutupan tersebut.

“Hal itu demi terciptanya keselamatan baik bagi pengguna jalan maupun perjalanan kereta api,” ujar Agus kepada wartawan.

Dia mengatakan, pihaknya sudah mempertimbangkan berbagai tingkat resiko dengan mengikuti dinamika yang ada.

Dinamika tersebut diantaranya seperti faktor kepadatan penduduk, dan jumlah trafik.

Apalagi, setelah pandemi, mobilitas masyarakat kembali meningkat sehingga potensi kecelakaan perlu diwaspadai.

Tak hanya dukungan untuk penutupan perlintasan liar, pada audiensi itu, KAI juga menyatakan kerjasama dengan jajaran Pemkab Sleman termasuk terkait hal integrasi antarmoda. 

“Kami siap mendukung layanan integrasi apapun antarmodanya. Kami juga coba petakan apa yang bisa dikerjasamakan, dan titik mana yang sedang dikembangkan,” ujar Agus.

Ia mengungkap, integrasi antarmoda bisa diterapkan di beberapa titik simpul stasiun. 

Namun, soal pergerakan dan kebutuhan masyarakat masih perlu dikoordinasikan lebih lanjut dengan Dinas Perhubungan Sleman .

“Perlu ditelaah kebutuhannya apa, misal dari stasiun kemana atau bandara. Kami akan siapkan mapping-nya dulu,” kata Agus.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved